'Mentalists are always the best..no?' (day 2 of 2) -part 3- (shortstory / cerpen)

Saturday, November 14, 2009

'Mentalists are always the best..no?' (day 2 of 2)
Start : 270609

Hari sudah pagi.
Waktu menunjukkan jam 9.21 pagi..
Suasana damai sunyi senyap dalam hutan itu,cuaca pada saat itu sangat cerah. Para anggota TM2 yang berada di dalam kamar masih tertidur nyenyak. Suasana diliputi ketenangan yang akan membuat siapapun senang kalau berada di hutan itu.
..Sampai seekor ayam gila yang tengah mencari makan di dekat rumah kecil itu tiba2 berkokok lantaran nggak menemukan sesuatu untuk dimakan.

KUKURUYUUK TRALALAAA. (hah???)

..dan yang pertama kali terbangun oleh suara kokok nan super duper aneh itu adalah Sam,yang pada saat itu tidurnya paling nggak tenang.
'Nggh..'
'Suara apaaaan siih tuuuh..?' kata Indra sebal sembari meliukkan tubuhnya yang masih terkapar di kasur.
'..Yang pasti bukan suara alieen..' kata Sam sembari mengucek2 matanya.
Robert menguap & Darko menggaruk2 rambutnya. Limbad sendiri terbangun dengan tenang2 aja.
'..mmm..yank.. Koq Onal ga prnah tau kalo Seriosa bisa niru suara ayam~? Unik dech,ada tralala-nya segala.. Iya ngga~? ♥ ' igau Rhomedal,yang sedang memimpikan dirinya bersama kekasih tersayank,sambil memeluk gulingnya. (hah?! O_o)
'Onal cayank,cudah pagi.. Uda mo mam lom~? Jangan ngigau terus donk..' kata Indra geli dengan suara yang sengaja dilembut2kan sambil mengguncang2 badan Rhomedal,agar ia bangun.

KUKURUYUUK EHEK EHEKK. (hah???)

'Ayam gila.' rutuk Darko.
'..dasar ayam yang aneh.' kata Sam geli sambil menggaruk2 belakang kepalanya tanda bingung,masa ayam bisa batuk??
'..mo kita apain tuh ayam??' kata Indra,yang sepertinya mulai murka karena tidurnya yang nyenyak barusan terganggu oleh tingkah laku ayam tersebut, '..digoreng ajah.. Setuju??'
'Banget.' kata Darko,'..tau nggak,tadi gw lagi mimpi makan KFC. Eeh,pas lagi enak2nya tiba2 ayam hidup pulak yang bangunin gw. Gw mo balas dendam dgn makan KFC asli handmade. Laper niih..' kata Darko lagi sambil mengelus perutnya.
'Jadi.. Kita kluar trus tangkep tuh ayam?' tanya Indra.
'Yuk. Siapa takut?? Gw bawa tanggok koq..!' kata Darko bersemangat, 'tapi,preksa dulu ayamnya tuh ngidap H5N1 (flu burung) ato kagak.'
'Okay,c'mon! LET'S RUOAAAAACK~!!!' kata Indra histeris dengan gaya metal nge-rock.
'..ruoack??' tanya Sam.
'..rock. Hehehe~' kata Indra lagi.

Tapi,entah kenapa,suasana berubah gaduh lantaran2 secara mendadak ada suara2 aneh dari arah jendela.

PETOOK PETOOK KWEK KWEK KWEEK BREEMM CHIAATT JELEGEEER..!! (HAH???)

Rupanya Limbad mempunyai pemikiran yang sama dengan Indra & Darko. Malah,ia yang paling bersemangat. Ayam tersebut sekarang dicekik oleh Limbad dengan satu tangan & meronta di dalam kamar tersebut.

'..wicked.' kata Indra takjub,meniru logat Ron Weasley dari film Harry Potter.
'Akh! Tanggok,tanggok!! Harus cepetan ngambil tanggok nih..!' teriak Darko sembari mencari2 tanggoknya dengan mengaduk2 lemari, 'dapet!'
'Wokeh,kemarikan tanggoknya!' seru Indra.
'..eh! Tapi.. Pake tanggok mana bisa.. Tuh ayam pasti bakalan kabur,lagi!' kata Darko.
'Najong! Terus gimana?! Ada yang punya jala gak???' teriak Indra frustasi.
'..kak. Kakak bangun donk.. Kayaknya smua perlu kamu nih~' kata Sam lembut sembari menggelitiki hidung Rhomedal dengan sehelai bulu ayam gila tersebut (setelah mengelapnya dengan Mitu beraroma menyengat).
'..ahh..aah.. ACHIIIIH..!!!'
'Rhome,akhirnya lo bangun juga.. Kami butuh bantuan lo,nich.' kata Darko.
*srot srot* '..napa manknya?' kata Rhomedal sembari mengelap hidungnya dengan selembar Mitu baru yang disodorkan Sam.
'Itu loh,yang bakal jadi sarapan kita smua hari ini kalo lo cepet bertindak.' kata Indra sembari menunjuk kearah ayam sinting yang kali ini sedang berbunyi2 bagaikan Seriosa tersebut. (HAH?!)
'..wah! Lucky!!' seru Rhomedal dengan mata berbinar lantaran ayam tersebut sangat besar & gendut sekali-- siapa sich yang tahan melihat ayam seperti itu tanpa menggoreng & memakannya terlebih dahulu???
'Jadi,Rhom.. Lo tau apa yang harus dilakukan skarang.' kata Sam sambil tersenyum.
'Tau kok,tau.. Tenang aja~' kata Rhomedal tengil. '..tapi jendelanya ditutup dulu,pintu pun harus dikunci rapat2.'

Setelah jendela ditutup,Rhomedal pun menyuruh Limbad untuk menaruh ayam tersebut ke lantai,& ayam tersebut mendarat di lantai dengan bunyi pluk pelan.

'Lutunaaaa~~~!! ♥ ' kata Indra,yang sepertinya telah lupa dengan dendamnya terhadap ayam itu barusan.
'Cepetan diGORENG~!!' kata Darko tanpa ampun lantaran perutnya udah mulai bernyanyi.
'Siap,semuanya? Rhomedal Aquino tau yang terbaik buat temen2 yang dikasihinya. Ini dia..' kata Rhomedal sebelum bernyanyi, '..aaiyaiyai,aaiyaiyai,aai
yaiyai.. WHERE'S MY SAMURAI?!?' (nyanyiannya diakhiri dengan teriakan lantang nge-rock metal) lalu secara tiba2 dengan cepat mengeluarkan pedang samurai super duper tajam & bersinar mengerikan dari celana piyamanya.

..orang aja lari tunggang langgang kalo ngeliat pedang kayak gitu,apalagi ayam???
Alhasil sang 'Crazy chicken a'la victim' tersebut pun terbang (wekz.. Ayam bisa terbang??) kesegala arah,menghindari sabetan pedang Rhomedal yang sangat ganas & berbahaya. Rhomedal Aquino,sang pangeran Fast Hand,beralih aliran dari Classic Magic menuju Debus Nehinehi. (hah?? O_o)

'WATAUUW..!!' Satu tebasan pedang dari Rhomedal membotaki ekor ayam tersebut. (?!?!?)
'UDAH,RHOM! STOP!! TAU YANG TERBAIK APANYA?!? YANG GW MAKSUD TUH BUKAN INI,TAUK..!!!!' Teriak Sam murka lantaran tebasan pedang Rhomedal sempat beberapa kali 'mampir' ke kepala Sam & mengakibatkan rambutnya terpotong2 di beberapa tempat. Kecepatan tangan itu mengerikan,ya..?
'..lho? Lantas apa,donk?' tanya Rhomedal yang baru 'tersadar'.
'Tangkap ayamnya dengan jala,biar tuh ayam kagak bisa kmana2 sampe kita goreng.. Bukannya malah Assasin-mode-on & membantai ayam gila malang itu & ngotorin 1 kamar dengan darah ayam..!' kata Indra yang jambulnya menipis gara2 aksi samurai Rhomedal,habis kesabaran.
'Ooh..! Bilang kek daritadi..!' kata Rhomedal spontan & langsung mencari2 jala di lemari,lalu melemparkannya ke ayam tersebut dengan gaya bak Spiderman. Kini ayam tersebut yang tak berhasil menghindari lemparan jala itu pura2 mati dengan gaya dramatis. (hah??)

'..nih ayam gila,ya..?' tanya Rhomedal dengan sedikit terheran.
'He-eh.' kata Indra.
'Tapi kayaknya nih ayam sehat2 aja tuh,ngga ngidap virus flu burung..' kata Sam sembari memegang2 ayam yang masih terperangkap jala tersebut, '..nih ayam kok bulunya tebel banget,sich??'
'Subur donk.' kata Rhomedal sembari nyengir.
'..eh,lho? Apa nih?' kata Sam.
'Hah?'
'Knapa?'
'Ada apa?'
'Ada sesuatu di dalem bulunya nih..' kata Sam sembari merogoh2 benda aneh yang tersembunyi dalam bulu ayam tersebut, '..kayak kertas yang dilipet..'
'Owyeah?' kata Rhomedal.
'Coba dikeluarin.' kata Robert.

Lalu Sam mengeluarkan lipatan kertas yang direkatkan dengan slasiban (alias selotip) itu diantara bulu ayam tersebut..dengan satu tarikan,yang mengakibatkan ayam tersebut berbunyi 'KWEEK!!' (hah?!)

'..duh,Samuel kejam ih.' kata Rhomedal dengan mimik ngeri lantaran ayam tersebut sekarang berkaing-kaing kesakitan. (Anjing,kalee..)
'..duh,Ronal penakut ih.' balas Sam dengan cuek sembari membuka lipatan kertas tersebut.
'Gimana?' tanya Indra.
'Apa isinya?' tanya Darko.
'Ini surat..dari Master Géhu!' kata Sam.
'Mana,mana?!' seru Indra.
'Sini,gw pinjam..!' teriak Rhomedal sembari merebut surat tersebut.
'Woi,Rhome! Jangan maen korupsi donk,smua mo baca,neh..!' seru Darko sembari merebut surat tersebut dari tangan Rhomedal, '..tapi karena Sam yang nemuin surat ini duluan,dia yang pegang.'

Akhirnya semua pun mulai serius membaca isi surat yang dipegang oleh Sam tersebut.

Beginilah isi suratnya.

"Kepada para anggota TM2,
Berhubung rintangan yang akan kalian hadapi akan semakin berliku & tentu saja berbeda dari rintangan yang telah dilewati oleh para anggota TM1,saya titipkan ayam ini untuk membantu perjalanan kalian selama melewati rintangan ini.
Mohon maklum kalau ayam ini tidak bersikap selayaknya ayam lain pada umumnya,karena pendirian ayam ini sudah saya cuci dengan telepati & kekuatan pikiran saya supaya ia dapat memiliki jalan pikiran yang agak sedikit menyerupai manusia. Jadi,ayam ini nggak gila."

'..jalan pikiran yang menyerupai manusia dari Hongkong..! Ini sih gila namanya!!' kata Indra sembari tertawa,lalu melanjutkan membaca surat itu.

"Ayam ini jangan ditelantarkan,disakiti,dibunuh,atau dimakan,karena keselamatan ayam ini akan memberi nilai bonus bagi hasil akhir kalian dalam melewati rintangan ini."

'..oh no..' kata Darko syok.
'Sabar ya,Den..' kata Rhomedal sambil nyengir & menepuk pundak Darko.
'..oh nehi..' kata Darko lagi lantaran perutnya udah mulai menangis.

"Para kru akan datang ke lokasi kalian sekarang ini pada jam 11.00 pagi & membereskan barang2 kalian,jadi kalian hanya membawa perlengkapan seadanya saja karena terlalu banyak bawaan malah akan menghambat perjalanan kalian.
Persiapkan diri kalian sebaik mungkin,tetaplah fokus & konsentrasi. Saya doakan kalian berhasil melewati rintangan ini sebelum matahari terbenam,dan.. Good luck."

'..HAH?!?' teriak Rhomedal histeris sembari melirik ke jam tangannya.
'Adapa???' kata Indra spontan.
'Sekarang udah jam 10.15!!!' seru Rhomedal, 'Masih sempet ga nih?!?'
'Masih koq,masih..' kata Sam, '..knapa? Koq lo panik banget? Gugup ya,Rhom?'
'..ng.. Iya,sih..' kata Rhomedal,merasakan debaran yang kencang di dadanya.. Ia heran,kenapa ia mendadak merasa tidak siap untuk menghadapi tantangan ini padahal semalam ia merasa pede banget..??
'Tenang aja,Rhom.' kata Indra.
'Kalo tetep mrasa yakin bisa melewati rintangan ini,pasti kita bisa lulus,koq.' kata Darko.
'Percaya aja sama diri sendiri,satukan kekuatan brsama & jangan prnah terpisah. Itu yang paling penting.' kata Robert.
'Betul banget. Kita pasti bisa,Rhom. Bersatu kita teguh.' kata Sam dengan semangat sambil mengepalkan tangannya.
'Bersatu kita teguh.. Bercerai kita kawin lagi?' kata Rhomedal tengil.
'Eee..' kata Sam bingung.
Dan seisi ruangan pun tertawa.

'Kalo gitu kita bersiap dulu yok~!' kata Rhomedal sembari berdiri,diikuti yang lain.
'Yok.. Siapa yang mo masuk kamar mandi duluan?' tanya Robert.
'Limbad dulu dech..' kata Darko.
'..eh,tunggu! Rupanya nih surat belom selesai,ada lanjutannya!' kata Sam.
'Masa??' tanya Rhomedal.
'Apa donk kelanjutannya?' tanya Indra.
Tapi Sam malah cekikikan & berkata,'..sebaiknya Darko aja nih yang baca.' sembari menyerahkan surat tersebut ke tangan Darko.

"P.S. Kalau prediksi saya tepat,jam 09.54 pagi ini,salah satu dari kalian akan merasa keberatan dengan kehadiran ayam ini. Untuk itu saya menyediakan seember berisi beberapa potong KFC di meja makan. Mungkin sudah dingin berhubung saya menyuruh kru untuk meletakkannya disitu pada jam 1.50 tengah malam.
(& ingat bayar Rp 68.000 kepada Fabian sewaktu kalian bertemu dengannya nanti setelah menyelesaikan rintangan ini.)
- DC - "

'..wah! Ajeb nieh!!' kata Darko girang setelah ia membuka pintu kamar & melihat ember dengan lambang KFC di meja makan. Aroma KFC langsung memasuki ruangan & membuat semuanya pada ngiler & nggak sabar untuk cepet2 mandi & menyantap KFC tersebut.
'Inget ntar bayarin si Fabian lho,Den. Jangan asal main embat ajah~' kata Rhomedal tengil.
'Oke,I will~' kata Darko senang.

Sam pun cekikikan. Sebenarnya Sam udah punya firasat,berhubung ketika ia sedang telponan dengan Rain semalam tercium bau KFC gitu..
Ngomong2 soal kejadian semalam,Rain telah memberitahu Sam tentang password untuk menyelesaikan tahap akhir dari rintangan yang akan mereka hadapi ini.
'a..apa..?' kata Sam pelan.
'Kaget,kan?' kata Rain, '..tapi inget,cukup lo sendiri yang tau soal ini. Gw juga ga ngasih tau temen2 gw kalo gw berniat ngasih tau lo. Biarlah ini jadi rahasia antara kita berdua.. & jangan sampe Master Deddy ataupun temen2 lo tau. Gerak-gerik lo harus biasa2 aja di depan mreka.. & jangan lupa,sebutin tuh password dgn nada 3-2-1-2-3,alias mi-re-do-re-mi. Oke?'
'..oke..'
'Sip! Kalo gitu gw udahan dulu ya.. Sori kalo gw ngeganggu tidur lo,hehehe..'
'Oh,gapapa koq.. Thanks ya,Cad.. Udah ngasih tau.'
'Sama2..'

..Dan peristiwa itulah yang membuat tidur Sam nggak tenang,karena Sam terus kepikiran soal menyembunyikan hal itu dari semua orang.

'Sam?' kata Rhomedal sembari menepuk pundak Sam,yang mengakibatkan Sam terkejut.
'..Hah? Apa?' kata Sam.
'Lo knapa?' tanya Rhomedal.
'Daritadi lo ngelamun terus,lho.' kata Indra, 'Ada apa sich?'
'Ng.. Ngga koq,ngga..' kata Sam gelapapan.
'Bohong!! Matamu bilang boo-hoong~! boo-hoong~!' teriak Rhomedal tengil sembari menunjuk2 kedua matanya dengan jari telunjuk & jari jengahnya sambil melotot,seakan matanya dapat berbicara.
'Matamu sexy~' nyanyi Indra (Mulan Jameela - Mahkluk Tuhan yang paling sexy) sambil bergoyang tengil.
'Woi,Indra! Jangan main2 dulu donk..!' hardik Rhomedal sembari menoyor kepala Indra sampai Indra nyaris terjatuh,lalu kembali memandang Sam, '..Sam,gw tau ada yang engga beres. Kayaknya lo lagi nyembunyiin sesuatu nih.. Ada apa?'
'Nggak kok,beneran..' kata Sam takut, 'Nggak ada apa2..'
'Tapi emang bener lho,Sam. Kayaknya lo lagi nyembunyiin sesuatu..' kata Indra, 'Beneran nih,gapapa? Habis.. Lo kelihatannya takut2 gimanaa gitu..'
Rhomedal mendekat,memegang kedua bahu Sam & menatap matanya dalam2,lalu berkata, 'Do you swear?'
'Yes.. I swear..' kata Sam pelan.
Lalu Rhomedal pun melepas pegangannya.
'Yah.. Meskipun lo udah bilang gitu,Sam.. Jujur,gw tetep merasa ada yang ngga beres,sih.. Tapi kan ga mungkin gw terus maksa lo.. Iya ngga?' kata Rhomedal sambil nyengir, '..lain kali,kalo ada apa2,bilang ya sama kakak. Kalopun itu rahasia,kakak janji,pasti akan kakak jaga koq. Lo tenang aja~'

Deg.

'Iya.. Your secret will be safe with us. Kalo ada apa2,bilang ya sama kakak2mu ini.' kata Indra sembari mengedipkan mata.
'Eh,berarti lo tuh kakak simpanan-nya Sam donk?? Nggak sah donk kalo gitu..!' kata Rhomedal
'Lho??? Koq gitu?!' kata Indra.
'Soalnye,pada dasarnya tuh yang paling pantes jadi kakaknya Sam tuh cuman gw~!' kata Rhomedal tengil sembari mengacak2 rambut Sam.
'Ih,enak aja lo..!' seru Indra sembari menarik Sam menjauh dari Rhomedal namun pinggang Indra dikelitikin sama Rhomedal hingga membuat Indra tertawa sampe hampir pingsan.
'Stop,stop! Udahan donk..!' seru Sam sembari menarik Rhomedal menjauh dari Indra.
'Duh,Sam ini.. Kakak kan cuman melindungimu dari tangan jahat tak dikenal~' kata Rhomedal sembari tersenyum.
'Tak dikenal dari Hongkong!! Eh,gw nih kakak lo juga ya,Rhom..!' teriak Indra sembari menusuk pinggang Rhomedal dengan jarinya sehingga Rhomedal terjatuh kegelian.
'Ya uda dech.. Mending gw mandi aja dolo. Aje gile ntar lagi krunya dateng pulak.' kata Indra sambil ngeloyor pergi keluar kamar.
'Oke..' kata Rhomedal sembari bangkit berdiri dari kasur tempatnya terjatuh, '..Sam?'
'Iya?'
'Kalo ada apa2,bilang ya sama gw.. Kalo rahasia,gw janji koq ga bakal bilang siapa2~'
'Iya.. Thanks ya,Rhom.'
'You're welcome~'
Dan Rhomedal pun melangkah pergi keluar kamar.
Sejenak Sam merasa lega,karena ia telah berhasil menyembunyikan rahasianya itu dari teman2nya..
Namun,entah kenapa,ia merasa hatinya pedih.
Seberat inikah menyembunyikan sebuah rahasia dari orang2 terdekat..? Rahasia yang mampu menyelamatkan diriku & juga mereka semua,tanpa memberitahukannya kepada mereka semua..? Batin Sam.


Lalu,pada jam 11.05 para kru pun berdatangan & mulai membereskan barang2 mereka.
Naik helikopter (HAH?!),mereka diberangkatkan menuju lokasi maut nehinehi tersebut,siap untuk menjalani misi,ready to rumble.
Ayam gila tadi pun ikut naik helikopter bersama mereka & duduk di bangku (wkwkwk~),yang menyebabkan para kru tak bisa berhenti cekikikan & tertawa setiap kali melihat ayam tersebut,sedangkan untuk responnya ayam tersebut malah memutar2 lehernya & menggoyangkan kepalanya kesegala arah (menirukan gerakan ciri khas Tina Toon),yang menyebabkan para kru tertawa lagi. Salah seorang kru tertawa terpingkal2 sampai terjatuh dari pintu helikopter,terjun bebas & terjatuh di semak2. Untung saja kru malang tersebut tidak menderita luka yang serius.

(..moralnya,para pembaca.. Menertawakan binatang tak berdosa itu amat sangat dilarang. Bisa2 kena karmanya.)

'Nih ayam sebaiknya kita kasih nama apa,ya... PUH!!' kata Indra,tiba2 tertawa lantaran ayam tersebut mencabik sepotong pentung (paha bawah) KFC yang sedang dipegang Darko (sampe Darko memelototi ayam tersebut dengan mata pembunuh),menggigit daging KFC tersebut dengan paruhnya lalu terbang menuju tempat bertengger Limbird (burung hantu milik Limbad),menyodorkan daging KFC tersebut kepada Limbird,yang menatap ayam tersebut penuh tanda tanya.
'GILA!! NIH AYAM KANIBAL APA YAA?!?' teriak Rhomedal histeris sembari menunjuk ayam tersebut, 'MASA AYAM MAKAN AYAM?!'
'Nggak dimakan,tuh liat..' kata Robert.
'Wah,Limbird disuapin KFC sama ayam..!' seru Indra.
Lalu Limbird pun menggigit potongan KFC tersebut & memakannya penuh arti,sementara ayam sinting yang bertengger disampingnya tersebut berkokok tanda senang.

'KUKURUYUK TRALALAAA~'
'Aiih,co cwiit..! Mesranyaaa~' kata Rhomedal sambil tersenyum geli.
'Iyaa..' kata Indra sembari cekikikan.
'Aneh banget sich..' kata Darko,yang turut melihat pemandangan aneh itu, 'Masa ayam berteman akrab dengan burung hantu??'
'Sabar ya Den,toh KFC-nya masih banyak..!' kata Indra cengengesan sembari membuang pentung KFC yang telah dicokot ayam tersebut keluar helikopter.
'Hmm..'
'Ada apa,Rhom?' tanya Sam.
'Gw pikir2.. Gimana kalo nih ayam kita kasih namanya...' kata Rhomedal pelan sembari berpikir, '..Chaki!'
'Hah?!' seru Indra dengan mulut bengkok ala Richard Rain.

Di saat yang bersamaan,di dalam RS,Rain pun bersin mendadak.

'Hah? Apa??' kata Sam heran.
'..Chaki. Maskot KFC,tau gak?' kata Rhomedal lagi.
'Ooh.. Yang ayam itu..' kata Sam lagi.
'Iya.. Tadi kan di suratnya Master Géhu katanya nih ayam diubah pendiriannya jadi agak menyerupai manusia dikit.. Bisa nyampein perasaan,bisa saling berbagi,bahkan bisa nyanyi. Tuh,gw aja sampe ga bisa bedain dia lagi berkokok ato nyanyi~! Bwahahah!!' jelas Rhomedal sembari tertawa.
'..Iya juga,ya..' kata Indra sembari menggaruk2 bagian belakang kepalanya.
'Nah,jadi.. Semua sepakat kan? Nich ayam kita kasih namanya Chaki..' kata Rhomedal.
Limbad menganggukkan kepala.
Robert berkata,'Bole juga..'
Darko berkata,'..meskipun bikin laper,sich..' sambil menggigit pentung KFC ke-7 yang telah dia makan. (HAH?!)
'Yaa.. Justru disitulah ajang-tahan-laper-nya. Kalo Master Géhu ngeliat kita smua bisa tahan manggil nih ayam pake nama yang bikin laper.. Bayangin,coba? Pasti dia bakal ngasih kita penghargaan ato sejenisnya~!' seru Rhomedal dengan mata berbinar penuh kemenangan, '..& mungkin aja kalee,KITA BAKAL DITRAKTIR MAKAN SEPUASNYA!! HAAHAHAAA~!!!'
'..puh! Iya,ya..' kata Darko,mendadak tertawa.
'By the way,Den..' kata Indra pelan.
'Hmm?' kata Darko sembari membuang pentung ke-7 yang sudah tinggal tulang & mengambil pentung ke-8 dari dalam ember.
'..Lo punya usus nggak berujung,ya..?' kata Indra,mengernyitkan sebelah alisnya tanda heran.
'..ah,ujungnya masi jauh,koq.' kata Darko tenang sembari melihat kedalam ember. '..tapi kalo lo mau,gw ikhlas koq. Masih sisa 5,nich.. Habisin ajah.' kata Darko lagi sembari menyodorkan ember KFC tersebut kepada semua orang.
'Bole..' kata Indra,'Smuanya,ada yang mau ga?'
'Mau donk,satu..' kata Robert sembari mengambil sebuah pentung dari dalam ember,diikuti para anggota lainnya.

'Oke.. Berarti smua udah sepakat.' kata Rhomedal sembari membuang tulang KFC yang baru dimakannya & mengelap tangannya dengan Mitu,mengangkat Chaki & meletakkannya di pangkuannya.
'..met gabung yaa,Chaki~' kata Rhomedal lagi sembari mengelus2 Chaki.
Sebagai tanda sayang,Chaki menggesek2-kan kepalanya ke telapak tangan Rhomedal.
'Duh,lutu bangeeet~' kata Indra sembari berjongkok & turut mengelus Chaki.
'Iya..' kata Sam sambil tersenyum.

..sekadar informasi,para pembaca. 'Kakak-beradik khayal' (skarang nambah 1 orang) ini memang sangat penyayang terhadap binatang.

'Ntar lo jangan bikin beban ya,bantuin kami yang bener..!' kata Rhomedal kepada Chaki dengan nada serius,menyentuh2 kepala ayam gendut berbulu putih berekor emas tersebut dengan jarinya, '..ntar kalo lo malah nuntun kami jatoh ke jurang..tak goreng~!!'
'Iya,awas lo..! Ntar lo digoreng,dibumbu,jadi KFC,lho..! Dimakan,lho..! Masuk perut,lho..! Hayo! Hayo! Mau nggak~?' hardik Indra tengil sembari menepok pantat Chaki,berpura2 lupa tentang kesepakatan untuk menahan nafsu lapar (nafsu makan,kalee) disaat menjalani rintangan.
'Tak goreng,kemana2~' nyanyi Rhomedal (dengan nada reff-nya 'Mbah Surip - Tak Gendong') sambil bergoyang tengil,yang mengakibatkan Chaki membelalakkan mata,membuka mulut..eh,paruh lebar2 dengan lidah menjulur keluar.
Satu helikopter tertawa sampai nyaris mencret. Dibutuhkan waktu 0,05667 hari supaya semuanya kembali tenang.
'..erm.. Kakak2..' kata Sam dengan mata berair sambil memegangi perutnya yang sakit lantaran kebanyakan tertawa.
'Yes,dik?' ucap Rhomedal & Indra bersamaan.
'Sepertinya kalian perlu ini,nih..' kata Sam lagi sembari menyodorkan botol Mitu,mengingat mereka baru saja menyentuh Chaki.
Rhomedal & Indra saling bertatapan & bernyanyi, 'O-oh,we're in trouble-trouble-trouble~' lalu tertawa lagi.

Akhirnya,pada sekitar jam 11.20,mereka semua tiba di tempat tujuan.
Setelah semuanya turun dari helikopter,handphone mereka semua pun diamankan oleh kru & helikopter pun terbang meninggalkan mereka seiring mereka berjalan menuju hutan rintangan yang penuh semak belukar & pepohonan tersebut.
Paramedis tidak akan datang sebelum matahari terbenam. Fakta tersebutlah yang membuat rintangan berbahaya ini cukup pantas untuk disebut 'Rintangan Maut' ..kalo disingkat malah jadi RM,yang seharusnya adalah singkatan dari 'Rumah Makan'. Bisa bikin orang yang lagi kelaparan ngiler & bukannya malah takut sama rintangan ini. (hah???)

'..eng ing eeeng~' kata Rhomedal tengil sembari memasang ancang2 memperkenalkan hutan belantara tersebut kepada teman2nya.
'Inilah hutan tempat tinggalnya Tarzan Cilik~' kata Indra tengil sembari memasang ancang2 yang sama seperti Rhomedal. Untuk mempercantik suasana,Chaki malah berkokok tengil,'KUKURUYUK TRALALAAA~'
'..nggak lucu,tauk.' kata Darko.
'Udahlah..' kata Sam sembari menggelengkan kepalanya,'yuk,lanjut jalan lagi. Inget kata Master Géhu,rintangan akhir harus diselesaiin sebelum matahari terbenam.'
'Yuk.' sahut seluruh anggota.
'Petok.' sahut Chaki. (hah???)

Lalu mereka pun berjalan lebih jauh menuju bagian dalam hutan tersebut..
..hingga sesosok bayangan tiba2 melesat & menculik Robert & Limbad yang berjalan di belakang.

SAAAP.

..sementara itu Sam,Darko,Rhomedal & Indra yang merasakan bunyi aneh tersebut,menoleh ke belakang & melihat Robert & Limbad sudah tidak ada.

-to be continued to part 4-

"Mentalists are always the best..no?" (day 1 of 2) -part 2- (cerpen / shortstory)

Friday, November 13, 2009

-sambungan dari part 1-

..sementara itu di suatu RS yang terletak agak jauh dari hutan terpencil tersebut..

Para anggota TM1 dirawat di dalam 1 kamar.
Joe sudah tertidur pulas. Rain yang di tangan kirinya masih tertancap selang infus transfusi darah & 2 selang infus obat lainnya,tanpa sepengetahuan suster malah bangkit dari tempat tidur & berinisiatif untuk memencet hidungnya Joe supaya nggak bisa bernafas & terbangun,namun dicegah oleh Abu,yang sudah agak mendingan,dengan 1 botol infus yang sudah hampir habis. Angel & Ricardo yang menonton kejadian ini cekikikan. Bayu Gendeng sibuk memotong semangka dengan goloknya. Fabian & Rizuki duduk disamping tempat tidur Aldi,bertiga masing2 mengecek facebook (Rizuki yang membawa laptop sekalian main Pet Society). Krisnaji lagi di lobby bersama Master Deddy. Dinno & Boris (duo DiBor) lagi berjalan2 keliling RS.. Dinno lagi asyik menggoda suster tapi keburu ditarik ama Boris lantaran Dinno ngga tau kalo susternya bencong. (haah?? Hari gini ada suster bencong?? O_o)

"..aaku bukanlaah suupeerman,aaaku juga biisaa naangis,jiika kekasiih haatiiku,peergi meninggalkan aaku.." (Lucky Laki - Bukan Superman)

'..hape siapa tuh?' tanya Abu.
'Hape gw. Ada sms,benter ya..' kata Fabian.
Lalu Fabian pun membaca smsnya & Rizuki pun bertanya,'Si Indra udah bales?'
'Udah..' Jawab Fabian. 'Katanya,disana hutan terpencil,nggak ada sinyal.. Jadi Rhomedal nggak bisa buka facebook. Katanya skarang Indra sampe harus ngerelain 4 setengah bungkus Chitato-nya buat Rhomedal.. Puh.' Fabian pun tertawa.
'Oh no..' kata Aldi pelan dengan tatapan mata kosong.
'Yaah,sayang banget..' kata Fabian.
'Oh nehi..' kata Aldi lagi,masih dengan tatapan kosong.
'Gapapa,Al.. Yang penting kan sinyal disana masih bisa buat smsan..'
'Tapi Master Deddy ngelarang buat ngasih tau soal ini..terutama lewat hape!' kata Aldi.
'Yaa.. Gw ngga tau,sih.. Tapi sekadar sms supaya dia lebih waspada juga kan gapapa..' usul Fabian, '..kayaknya Rhomedal mo ngirim sms tuh.'
'What?!' teriak Aldi,yang mengakibatkan seisi ruangan hening semua.
'Iya,Al.. Duh,koq lo tiba2 hyper banget sich??' tanya Fabian,masih dengan mimik ngeri lantaran tadi Aldi teriak nyaris tepat di telinganya.
'..ntar dikira suster ada yang ngeracunin lo,lagi.' kata Rain cekikikan (sambil menutupi muka Joe pake tisu dengan maksud supaya tisunya terbang kena hembusan nafasnya,tapi Abu dengan sigap menyingkirkan tisunya).
'Fab,tadi selain sandwich ama hamburger,lo kasih Aldi makan apa lagi?' tanya Abu.
Rizuki pun mulai tertawa seiring Fabian menjawab pertanyaan Abu.
'Bukan gw,tapi si Gendeng. Dikasih makan setengah stoples gula,katanya di Dunia Gendeng berkhasiat untuk memulihkan semangat hidup.' kata Fabian sambil melirik kearah Bayu Gendeng yang sedang makan banana split yang dipesannya dari suster tadi. (nih RS koq modern banget bah?? O3O)
'Hah?!?' teriak Abu nggak percaya.
'Oh em jii..' kata Angel sambil cekikikan.
'Buset dah..!' seru Rain sambil tersenyum.
Lalu Bayu Gendeng pun menjawab.
'..tapi,berhubung ini resep tradisional dari Dunia Gendeng,mohon maklum kalau yang telah mencoba resep ini akan ikut2an Gendeng juga..'
'APHAAA?!?' teriak Aldi dengan logat Gendeng.
'..untuk sementara waktu..' sambung Bayu Gendeng lagi.
'oohh..' kata Ricardo.
'Buset daah..! Gara2 insiden ini salah satu anggota kita malah jadi Gendeng!!' kata Rain.
'Hush,Icad.!' kata Abu.
'Dia akan kembali seperti semula..' kata Bayu Gendeng,'..dalam waktu 3 hari.'
'AAPUAAA?!?' teriak Aldi lagi dengan logat Gendeng.
'..nggak ada penangkalnya,nih??' tanya Rizuki,yang sudah mulai risih dengan teriakan nehinehi nonstop yang berasal dari Aldi.
'Chidak. Tapi bukan salah saya,salah dia sendiri kenapa dia menatap mata saya pas saya suapin dia dengan stoples gula. Sekarang,seperempat dari jiwanya telah berada di Dunia Gendeng.'
'HAAH?!?' kali ini giliran semua anggota TM1 yang berteriak histeris.

..Sampai2 dokter & para suster pun datang bergotong-royong & masuk ke dalam ruangan.

Setelah seisi ruangan dimarahi dokter & diberi peringatan,dokter tsb beserta para suster akhirnya keluar dari ruangan setelah mengganti botol infus Abu & Rain.

'Aldi.. Be..beneran nih? Lo disuapin ama dia..eh,maksudku.. Lo tadi natap mata dia??' tanya Abu,tapi malah dijawab oleh Bayu Gendeng. '..seperti sepasang kekasih.'

GDUBRAGH.

Seisi ruangan mo muntah mendengarnya.

'Ketika saya tatap matanya,saya hipnotis dikit biar dia nurut saya suapin. Liat,sampe sekarang tatapan matanya kosong,kan??' kata Bayu Gendeng lagi.

Seisi ruangan menganggukan kepala.

'Nah.. Mungkin untuk sekarang,dia nggak begitu Gendeng. Akan tetapi,lihat saja efeknya nanti keesokan harinya,saya akan punya kembaran..!' kata Bayu Gendeng senang sambil menyeringai.
'..seneng pula nih anak.' kata Rain geli sambil menggelengkan kepalanya.

Lalu Krisnaji & duo DiBor pun muncul di pintu masuk yang terbuka lebar.

'Smuanya.. Ada pengumuman nih!' seru Boris.
'Pengumuman,pengumuman,sia
pa yang punya anak~' Dinno malah nyanyi lagu Wali - Cari Jodoh pulak.
'Apaan pengumumannya?' tanya Fabian.
'Untuk pengumumannya,kami serahkan pada Krisnaji..!' kata Dinno & Boris bersamaan lalu mulai menirukan gerakan balet sambil masuk ke dalam ruangan.
'ahem.. Begini,tadi saya baru bicara sama Master Deddy. Katanya,di rintangan yang akan dihadapi para anggota TM2,akan ada cukup banyak perubahan. Jalannya rintangan nggak akan sama seperti yang telah dilalui para anggota TM1.' jelas Krisnaji.
'AAPAAAAA?!?!?' teriak Aldi histeris dengan logat Gendeng..lagi..
'..lho? Kenapa? Apa ada yang salah?' tanya Krisnaji dengan agak panik.
'Yaa..kami sih nggak masalah,tapi di TM2 tuh ada muridnya dia.' kata Rain.
'Oh ya? Siapa?' tanya Boris penasaran.
'Rhomedal.' jawab Ricardo.
'Itu lho,si ndut berambut orange yang suka goyang inul diatas panggung~' jelas Dinno ngaco sambil cekikikan.
'Hush,Dinno! Ngejek aja lo bisanya.. Gurunya DISINI,lho..!' hardik Boris sembari menjitak kepala Dinno.
'Aduduuh.. Sorisori haloow..!' kata Dinno.

Aldi pun terpaku.
Apakah itu berarti.. Apa yang telah disampaikannya ke Rhomedal nggak akan membantu sama sekali..?
Wajahnya semakin menunjukkan kecemasan.

'A.. Al?' tanya Fabian.
'Aldi..?' tanya Rain.
'Lo kenapa,Di??' tanya Abu.
'Tuh,kan! Nah,kan!! Gara2 Dinno,sih..! Ayo,minta maaf sama dia!!!' hardik Boris lagi.
Namun tiba2..

"..daa double dee double daa ye double dee double daa double dee double daa ye double dee double daa double dee double daa ye double dee double daa double dee double daa ye.." (Flo Rida ft. Wynter - Sugar)

'Hape siapa lagi tuch?' tanya Abu.
'..hape gw! Mana hape gw?' kata Aldi nyaris terlonjak kaget,mulai mencari2 hapenya.
'Al,jangan turun dari tempat tidur! Smuanya,tolong bantu cariin hapenya Aldi!!' seru Abu.
'Sumber bunyinya ada seribu kali,ye? Bingung gw nyarinya..!' umpat Dinno sambil mencari dibawah kolong tempat tidur Angel,yang membuat Angel ketawa cekikikan.

"..my liips like sugaaar..my liips like sugaaar.." (Flo Rida ft. Wynter - Sugar)

'NAJONG!! DIMANA SIH HAPE GW?!?' teriak Aldi frustasi.
'..nih.' kata Bayu Gendeng sambil menyerahkan handphone Aldi ke pemiliknya.
'Ya ampun.. Al,ga salah tuh? Tumben lo pasang ringtone senorak itu.' kata Rain cengengesan.
'..ini bukan ringtonenya.' kata Bayu Gendeng.
'Hah..??'
'Kalau orangnya jadi Gendeng,otomatis ringtonenya akan ikut Gendeng juga.'

GRUBYAKH.

'Ada ada ajaaa,deh..' kata Rizuki sambil menggelengkan kepalanya.
'Smsnya dari siapa,tuh?' tanya Fabian.
'..dari si Onal.' kata Aldi.
'Nah,kan! Apa gw bilang.. Rhomedal mo ngirim sms ke lo!' kata Fabian.
'Dibaca donk!' seru Angel.
'..dia..nanya kabar gw apa..terus keadaan gw gimana..lalu,dia minta maaf karena nggak bisa liat message gw,trus..' kata Aldi, '..dia bilang dia baik2 aja disini,namun agak sedikit tegang menghadapi rintangan besok.. Dia mendoakan supaya gw cepet sembuh,& dia minta gw ngedukung dia biar berhasil besok..'
'Wah,bagus donk!' kata Abu.
'Cepetan dibales dech kalo gitu~!' kata Rizuki.

Aldi bimbang apakah ia harus memberitahu Rhomedal tentang petunjuk untuk dapat berhasil melewati rintangan itu atau tidak,secara rintangan yang akan dihadapi oleh muridnya itu bakal sangat berbeda dengan yang telah ia lalui sebelumnya. Lagipula,Master Deddy telah melarangnya untuk memberitahu Rhomedal tentang hal itu.
Jadi.. Aldi hanya mengetik ini di sms balasan untuk Rhomedal.

(di cerita yang dibuat oleh narator ini,gaya smsnya sengaja dimirip-miripin ama punya kk Aldy.. Tapi nggak gitu mirip lantaran narator nggak gitu tahu gaya smsnya kk Aldy,wkwkwk. XP)

"Iya,nal..gw baik2 aja. :)
Master deddy jg udh blg klo nti jln rintgn lo bkl beda ma yg sblumny,jd lo g sah kwtir ama messagenya.
G sah gugup,abisin ja tuh chitato,wkwkwk ^^
Iya.. Makasih ya doanya :D
Gw akn slalu dukung onal koq.. O ya,titip salam ya wat smuanya. Inget traktir klo mnang. Hahaha.."

Sent.

Bagi Aldi,mungkin inilah jalan terbaik.
Selanjutnya,takdirlah yang menentukan.
Lalu suasana pun menjadi hening.. Karena airmata Aldi tiba2 menetes ke kasur.

'...'
'..lho,Aldi? Kamu kenapa?!' seru Fabian.
'Al?! Lo kenapa nangis??' seru Abu.
'..itu karena.. Kini setengah dari jiwanya berada di dalam Dunia Gendeng.. Makanya dia jadi emosional gini.' jelas Bayu Gendeng,yang sedang mengorek2 kukunya dengan parang. (hah???)
'Aldi..?!' teriak Rain.
'Di..?' ucap Angel.
'Kak Aldi..?' ucap Rizuki.
'Ayo ngucap,Di..! Ngucap!!' seru Dinno sembari mengguncang2 badan Aldi.
'Woy,Dinno!! Emangnya mo meninggal apa,disuruh ngucap segala..!' seru Boris sembari menjitak kepala Dinno..lagi..
'..gw..' kata Aldi.
'Hah..?'
'Kenapa?'
'Ada apa??'
'Gw.. Gw benci sama Master Deddy!!' kata Aldi terisak.
'Lho.. Al??'

..moralnya,ikatan batin antara guru & murid tuh ga boleh dianggap remeh.

Pas momentnya,pas pula timingnya. Bayu Gendeng memeluk Aldi (WHAT?!) & turut menangis bersama2.

'..puh! Koq jadi ada 2 orang Gendeng sich di kamar ini??' kata Rain geli selama menyaksikan kejadian ini.
'Hush,ICAD..!!!' teriak Abu & Angel bersamaan sambil melempar bantal ke kepala Rain.
'Kekuatan Gendeng mengerikan,ya..?? Jadi merinding nih gw.' kata Dinno ngeri sebelum merangkul pinggang Boris,yang mengakibatkan Boris turut merasa ngeri juga (bukan sama kekuatan Gendengnya,tapi sama Dinno nya).

..lalu Rain pun secara mendadak menemukan ide bagus.


Meanwhile,kembali ke rumah kecil ditengah hutan.

'..aiyaiyai,I'm your little butterfly.. Green,black & blue,make the colours in the sky~' nyanyi Rhomedal sembari mencari2 kartu yang dipilih Sam diantara tumpukan kartu,lalu menyodorkan sebuah kartu 5 hati. '..ini kartunya,Sam?'
'Nehi.' kata Sam sambil menggelengkan kepala.
Lalu Rhomedal pun menyentil kartunya dari belakang & secara ajaib kartunya telah berubah menjadi 5 sekop. '..Ini kartunya?'
'Oyee.' kata Sam sembari mengepalkan tangannya & tersenyum.
'Lho,Rhom.. Koq rasanya Sam jadi agak gimanaa gitu..' kata Robert,yang bingung melihat perawakan Sam yang sedari tadi nggak seperti biasanya itu.
'Tauk tuh,ini kan bukan Sam. Ini Indra.' kata Rhomedal.
'HAAH???' kata Robert.
'Ini namanya telepati tukar pikiran. Iya nggak,Sam?' kata Indra,yang berada di dalam Sam.
'He-eh.' kata Sam,yang berada di dalam Indra,yang sedari tadi duduk diam di pojokan. 'Serem nih.. Balikin seperti semula donk..'
'Serem kenapa?' tanya Indra.
'Gw merasa aneh ngeliat tubuh gw didepan mata gw sendiri.' kata Sam merinding.
'Sama,gw juga merasa aneh melihat gw sendiri duduk diem di pojokan gitu.. Puh.' Indra pun tertawa.
'Nggak lucu,tauk.. Gw jadi merasa kalo seakan2 gw nih udah meninggal,terus tubuh gw dipake ama elo...' kata Sam.
'Puahahahahah..!! Lo mrasa bgitu ya,Sam?!' tawa Indra.
'Apanya yang lucu,sich.. Cepet balikin seperti semula donk..!'
'Haha.. Iya deh,iya.. Tapi lo tutup mata dulu.. Oke?'
'Oke..' lalu Sam pun memejamkan matanya.
'Siap?' kata Indra yang juga memejamkan matanya, '..konsentrasi.'
Lalu Indra pun menjentikkan jarinya,KLIK.
'..fiuh.'
'Udah lega,Sam?' kata Indra,yang berada di pojokan.
Sam pun menganggukkan kepalanya.
'Okeh.. Mo main lagi nggak nich~?' kata Rhomedal tengil sambil mengocok kartunya.
'Boleh..' kata Sam sembari mengambil biskuit yang ditawarkan Robert.
'Oke,Sam. Lo ambe 1 kartu,terus dihafal. Jangan kasih gw lihat... Udah?'
'..udah.' kata Sam setelah melihat kartunya yang 9 keriting.
'Nah,terus,gw ambe 1 kartu secara acak disini.. Gw juga ga akan kasi lo liat. Jadi kita impas~'
'..oke.'
'Nah.. Sam,tau lagu 'Fashion'-nya Lady Gaga?'
'Tau,tau..'
'Bagian hook pertamanya tuh kayak mana?'
'Kalo ga salah...'
'..tunggu dulu! Lo taruh kartunya ditengah2 tumpukan ini dulu,terus dikocok. Hook lagu yang tadi tuh bakal gw jadiin mantra buat nemuin kartu lo itu.'
'Oyee..?' tanya Sam enggak yakin sambil mengocok kartunya.
'Iyee. Terus,karena ini gw anggap sebagai ritual,jadi harus ada gerakan ritualnya juga,ntar gw ajarin. Sekarang lo sebutin mantranya dulu.'
'Oke,kalo ga salah... J'adore Vivienne habillez-moi..' tapi ternyata gerakan ritual yang dimaksud oleh Rhomedal itu gerakan pok ame ame. Oalah~
'..kenapa diem? Terusin dhonk..!' kata Rhomedal.
'Gw boleh ikutan gak?' tanya Indra.
'Nanti.' kata Rhomedal kepada Indra yang lagi duduk bersimpuh di dekat mereka berdua, '..nah,lanjut~!'
'..Gucci Fendi et Prada.. Valentino,Armani too.. Merde I love then Jimmy Choo..'
Lalu Rhomedal mengambil kartunya & memberi isyarat kepada Sam untuk mengambil kartunya juga.

drrd..drrd..drrd..

'Oooh,lalala.. Liiiaat kartuuukuu~' nyanyi Rhomedal seraya menunjukkan kartunya ke Sam,yang ternyata 9 keriting. Lalu Sam melihat kartunya sendiri yang secara aneh tiba2 berubah menjadi joker.

Darko pun masuk ke dalam ruangan.
'Rhom.. Lo udah nggak cemas lagi soal guru lo?' tanya Indra yang baru membaca smsnya.
'Yah.. Nggak juga,sih.. Soalnya tadi gw udah baca sms balasan dari dia. Dia keliatannya baik2 aja,koq..' jawab Rhomedal.
'Ooh..'
'Emang napa,Indra?'
'Gini lho..'
'Apaapaapa?'
'..kata si Fabian,tadi guru lo kena hipnotis si Gendeng. Katanya besok jiwanya udah masuk sepenuhnya ke dalem Dunia Gendeng,tapi bakal kembali waras dalam waktu 3 hari.'
'PUH!!' Darko kelepasan ketawa.
'Buset deh!! Ada ada aja nih..!!' seru Rhomedal sembari tertawa.
'..ssht..! Belom selesai! Terus,katanya lagi,pas si Aji ngasih tau kalo jalan rintangan kita bakal beda ama mereka semua,si Aldi ngedrop abis..' kata Indra,'..trus dy ngebaca sms dari Rhomedal.'
'..and then?'
'Then,setelah guru lo bales sms lo,dia malah nangis...trus katanya,dia benci sama Master Géhu.'

Suasana hening.
Yang ada malah airmata Rhomedal yang menetes ke kasur.

'...'
'..lho,Rhom?!' teriak Indra.
'Rhomedal!?' teriak Robert.
'Rhome??' seru Darko.
'KAKAK?! Kakak kenapa?!?' seru Sam.
'..Sam..' kata Rhomedal pelan sambil berpaling ke Sam.
'A..apa..?'
'..GW BENCI SAMA MASTER GÉHU!!!!' raungnya sembari memeluk Sam hingga Sam nyaris terjengkang keluar arena kasur.

Suasana aneh.

..sekali lagi,para pembaca.. Ikatan batin antara murid & guru tuh ga boleh dianggap remeh.

'Woi.. Koq jadi nambah satu orang Gendeng lagi disini?? Ini penyaluran Gendeng-Gendengan cyber,ya???' kata Darko.
'..maneketehek..' kata Indra pelan sembari menggelengkan kepalanya.


★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜・。☆゜・。★

Jam 2.13 tengah malam,semuanya lelap tertidur.

drrrrrrrrdd...drrrrrrrrdd...
Handphone Sam yang terletak di dekat bantalnya bergetar,yang menandakan ada sms.
Sam yang terbangun dengan agak kesal,meraih handphonenya & membaca smsnya,yang ternyata dari Richard Rain.

"Sam,bisa kluar dri rumah itu benter? Gw mo nelpon,mo ngasi tau ssuatu. Pnting nh. :)"

Sam yang merasa bahwa hal yang mau disampaikan oleh Rain ini begitu penting,berhubung Rain pernah menyelesaikan tantangan ini,langsung mengambil kertas surat dari Master Deddy & keluar dari kamar itu tanpa pikir panjang lagi..dengan langkah seribu dan tanpa babibu,akhirnya Sam sampai diruang tamu & duduk di sofa,menjawab panggilan masuk dari Rain beberapa menit kemudian.

'Halo? Ini Sam,ya?'
'I..iya.. Ada apa,Cad?'
'Lo lagi dimana skarang?'
'Lagi diruang tamu nih.. Diluar nyeremin..'
'..Buh! Hahaha.. Lo ini lucu banget deh.. Smuanya dah pada bobo kan?'
'Iya sih..knapa?'
'Gw mo ngasi tau lo sesuatu.. Tapi lo harus brani sumpah ya,jangan kasi tau siapa2.. Jangan kasih tau temen2 lo,cukup lo sndiri yang tau.'
'..knapa?'
'Biar lebih gampang. Repot kan kalo sampe kalian smua dihukum setelah Master Deddy ngebaca pikiran kalian semua? Kalo cuman lo yang jaga rahasia akan lebih gampang,lo cukup pura2 ngga tau didepan Master Deddy,biar dia ngga curiga.'
Sam pun menelan ludahnya. '..oke.'
'Gini loh,tadi,pas gw nanya ama Master Deddy,dia bilang,cuman urutan rintangannya aja yang beda ama punya kami. Cara menjalaninya sama aja.'
'Serius lo?!'
'Dua rius malah,Sam.. Termasuk di rintangan terakhir.. Lo uda baca di kertas yang dikasih Master Deddy,kan? Uda liat yang rintangan terakhir?'
'..oh,udah..' kata Sam sembari membaca kertas surat dari Master Deddy,'katanya,sebelom matahari terbenam,harus nyampe di sebuah rumah kecil yang pintunya terkunci.. Pintunya hanya bisa terbuka kalo udah nyebutin password dengan nada 3-2-1-2-3.. & katanya,passwordnya itu berasal dari hal yang biasa kita lakukan dalam keseharian kita,& merupakan kata kerja yang berhubungan dengan sandang...'
'..nah! Tepat! & gw waktu itu mrasa bangga karena telah memecahkan passwordnya itu.. Mo gw kasih tau?'
'..mau donk! Mau!'
'Nah.. Pertama,hal ini biasa dilakukan di kamar mandi ato di kamar lo sendiri..'
'...hah??'
'Tenang dulu,Sam. Serius. Ga usah berpikir jauh2.. Toh yang buat passwordnya tuh bukan gw,tapi Master Deddy.. Nah,ini passwordnya.. Siap?'

Suasana di sekitar Sam pun menjadi hening.

'a..apa..?'

-to be continued-

"Mentalists are always the best..no?" (Day 1 of 2) -part 1- (cerpen / shortstory)

(This shortstory is actually has been posted on TMF @ 26 June 2009)

★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★。・
゜・。☆゜・。★

'Mentalists are always the best..no?' (Day 1 of 2) -part 1-


Dimana2,yang namanya Mentalist itu kedengaran hebat.

Contohnya Deddy Corbuzier,siapa yang nggak kenal ama dia??
Jauh sebelum munculnya acara The Master,sosok ini hanya dikenal sebagai 'Magician' & bukan 'Mentalist' (kalo menurut narator,yaa. XP),namun ketenarannya sungguh luar biasa.
Dia dikenal sebagai bos dari semua Mentalist..namun dia lebih dari sekadar Mentalist,karena belum tentu para Mentalist2 lain selain dirinya bisa melakukan aksi2 spektakuler seperti yg ia lakukan. (eseeh~)

..wekz,koq jadi ngomongin Master Deddy Corbuzier,yaph..??
Ya sudahlah.

Suatu hari,sang Mentalist tersebut ingin menguji kemampuan para kandidat The Master,sekalian mengasah kemampuan mereka supaya nggak luntur,atau supaya membangkitkan potensi baru dalam diri mereka.

Dan di kisah ini,para anggota TM1 telah berhasil melewati rintangan yang telah diberikan olehnya..namun dengan agak sedikit kacau karena Joe Sandy jatuh pingsan karena otaknya overload,Abu Marlo tersengat lebah & ambruk kelelahan,Aldi merinding ketakutan & jadi trauma sama ular kobra yang telah menggigitnya (karena pas mereka menyelesaikan tantangan itu matahari udah tenggelam & suasananya gelaaap banget,ditambah lagi semua senter milik mereka terjatuh,mati,rusak,lowbat
,dsb),Rain tersenyum2 bangga karena telah berhasil 'menyelamatkan' teman2nya namun dia sendiri hampir kehabisan darah karena kecebur di rawa lintah (HAH?!),Angel menderita beberapa luka lecet & kakinya terkilir... Alhasil,mereka berlima harus dilarikan ke ruang ICCU di RS terdekat.

Lalu tibalah giliran para anggota TM2 untuk melewati rintangan maut ini.

..memangnya rintangan seperti apa sich yg harus mereka hadapi??
Yah,tapi sebelumnya,kita lihat dulu keadaan para anggota TM2 ini.

Saat ini mereka semua ada di sebuah rumah kecil ditengah hutan pada suatu daerah terpencil.
Saat itu sudah malam hari & suasana diluar gelap sekali. Namun cahaya lampu & derai tawa yang berasal dari dalam rumah kecil itu mewarnai suasana dingin nan horor disekeliling.

Di ruang tamu,Limbad sedang duduk sambil minum teh & menonton TV.
Di dapur,Denny Darko sedang mencuci piring sambil marah2 lantaran sashimi kesukaannya keburu di-mbat ama kucing liar yang sama sekali tak diundang. (hah?? O_o)
Di kamar mandi,ada Indra yang lagi mandi & Robert duduk disamping Limbad,menunggu giliran masuk ke kamar mandi sambil baca koran.
..sedangkan di kamar tidur yang (seharusnya) damai & tentram,ada Sam White & Rhomedal,sang 'kakak-beradik khayal' yang cute,cakep,& tengil. (tapi kynya yang terakhir hanya berlaku untuk 'sang kakak' alias Rhomedal,wkwkwk~ :P)
..disebut 'kakak-beradik khayal' karena sesungguhnya Rhomedal & Sam ngga punya hubungan darah,tapi Rhomedal selalu memanggil Sam 'adik-ku' karena umurnya Sam lebih muda setahun darinya.

Sam sedang membaca kertas surat dari Master Deddy yg berisikan misi2 yg harus dilaksanakan selama menjalani tantangan ini... pas kemudian ia tiba2 terbatuk lantaran mendadak ada asap rokok,yang ternyata berasal dari sang 'kakak' tercinta.

Sam pun menuju kearah Rhomedal yang saat itu sedang suntuk alias berbosan2 & berkata,'Rhom.. Udah mo tidur koq masih merokok??'

Baik Sam maupun Rhomedal sama2 telah memakai piyama alias baju tidur,jadi ngga ada alasan bagi Sam untuk nggak menanyakan alasan kenapa 'kakak'-nya itu merokok di dalam kamar tidur yang akan dipakai tidur berenam itu,pada waktu disaat semuanya udah pada mau bobo..

'Aih,adik-ku ini.. Kakak mo merokok boleh2 aja donk.. Toh disini masih kosong melompong..kalo smuanya udah dateng,baru dech kakak berhenti. Okhay~?' kata Rhomedal sambil mengedipkan sebelah matanya dengan tengil kepada Sam.
'Bukan gitu,kak..eeh,Rhom.' kata Sam keceplosan,yang mengakibatkan Rhomedal ketawa.
'..hwahaha.. Akhirnya engkau telah mengakui diriku sebagai kakak-mu,Sam..'
'Terserah dirimu yang aneh ini dech,Rhom..' kata Sam geleng2 kepala. 'Yang penting,bukan itu masalahnya.. Masalahnya tuh rokok ga baik buat paru2 lo.'

Mendengar hal ini,Rhomedal pun jadi agak sebal dalam hatinya,karena sebelum Sam,udah ga kehitung brapa jumlah fans & orang2 terdekat yg pernah mengatakan hal serupa padanya.

'Udahlah.. Itulah yg dinamakan hidup manusia.'
'Maksudmu?'
'yah..' lalu Rhomedal pun meletakkan puntung rokoknya ke asbak.
'..Sam,lu tau perbandingan kemungkinan kanker paru2 antara perokok aktif & perokok pasif?'
Sam pun menggelengkan kepalanya.
'..gini loh. Perokok pasif itu biasanya langsung menghirup asap yang berasal dari rokok yang dihisap sama perokok aktif. Jadi,perokok pasif tuh bahayanya tinggi banget. Melebihi perokok aktif,lho.'
'Hah..masa?' kata Sam sambil membelalakkan mata ketika menyadari bahwa ia telah baru saja menjadi perokok pasif.
'Iya. Jadi,kalo gw baru ngisep 1 rokok,secara ngga langsung LU UDAH NGISEP 6 ROKOK.' kata Rhomedal dengan penekanan horor,seakan Sam telah menenggak racun yang dapat mengakibatkannya tewas seketika apabila ia kentut sebanyak 13 kali dalam sehari.
'WHAT?!?' Teriak Sam histeris sebelum ia berlari kearah dinding untuk membuka jendela,lalu menghirup udara segar sebanyak2nya disitu ataupun batuk2,karena asap rokok mulai berhamburan keluar dari jendela tersebut. Kamar tidur tersebut hanya mempunyai satu jendela lebar di bagian ujung & bukan di sisi2 kamar. Suatu hal yang membuat Sam benci banget sama rumah TERKUTUK ini,melebihi terhadap kebiasaan merokok-nya Rhomedal.

Melihat ini,Rhomedal pun tertawa lalu memungut kembali rokoknya & berjalan kearah jendela,berdiri disamping Sam lalu berkata 'Jadi,Sam.. Kalo menurut gw sich bagusan ngisep sebatang rokok daripada 6 batang rokok. Iya nggak?'
'..huek ehek ehek.. Ngga lucu,tauk..!' batuk Sam.
Lalu Rhomedal pun ketawa lagi.
'..tapi gw juga sadar,para perokok pasif nggak selamanya menghisap asap rokok kayak perokok aktif ato perokok berat.'
'Yah,baguslah kalo kamu ngerti.' kata Sam dengan tersenyum.
'Paru2ku terancam lemah~' kata Rhomedal dengan gaya orang lebay sambil menekan jantungnya dengan kedua tangannya.
'Rhom..! AWAS BAJUMU!!' teriak Sam histeris part two. (hah??)

Akibat perbuatan lebay 'sang kakak',rokok yang dipegang Rhomedal meninggalkan bekas kehitaman pada piyama biru nya.

'Untung aja nggak sampe bolong..! Ini kan baju tidur lo satu2nya!!!' bentak Sam.
'Iya.. Sori dech,adik-ku sayang.. Jangan marah2 donk. Hehehe~'
'Huuh.. Ya udahlah.'

Lalu suasana hening sesaat.
Pemandangan diluar jendela terasa sangat indah.
Angin malam yang dingin berhembus,menerpa wajah mereka berdua.
Di langit,bintang2 bertaburan & ada bulan purnama yang menggantung diatas langit,menerangi langit malam bagaikan lampu.
Setelah itu mereka melihat kearah pohon2 & semak belukar diluar jendela,ada suara jangkrik & cicak.. Lalu seujug2 secara tiba2 ada suara yang tak lazim diperdengarkan ditengah hutan malam2 begini,yaitu suara serigala.

..auuuuuuu..

'Hare gene siapa yang takut ama serigala?? Kecuali kalo mereka tuh bisa berubah jadi werewolf baru gw sambit pake payung..!'
'Welp,kalo gitu sediain payung lo,Rhom. Karena malam ini bulan purnama.'
*glek.* Rhomedal pun menelan ludah,& Sam pun cekikikan.

Pada saat yang bersamaan,Indra yang masih berada di dalam kamar mandi terkaget2 mendengar suara serigala itu & tak sengaja menjatuhkan sabun,botol shampoo & botol2 lainnya yang udah sewajibnya ada di dalam kamar mandi pada umumnya.
GEDUBRAK GETRUK BRUK BRUK DHUAR.
..tak ketinggalan,gayung pun terjatuh ke lantai.

Sementara Darko nyaris memecahkan sebuah gelas karena terkaget dengan suara serigala itu juga. '..Buset,ditengah hutan gini ada serigala?!'
'Nggak usah khawatir,asal jendela & pintu dikunci rapat2,nggak mungkin serigala bisa masuk.' kata Robert enteng sambil menyomot biskuit yang ada di piring yang terletak diatas meja.
'Iya,kamu boleh bilang gitu,tapi masalahnya,suara itu berasal dari depan pintu,lho. Belom dikunci,kan?' kata Darko sambil menunjuk pintu masuk yang berada di samping lokasi tempat Robert & Limbad sedang duduk.

..aaauuuuuu...

Lantas Robert pun terkaget & berinisiatif untuk cepat2 ngumpet dibelakang Darko.
Tapi lain halnya dengan Limbad. Sepertinya ia merasakan hal yang agak aneh dengan suara itu.
Jadi,Limbad pun melangkah kearah pintu & mulai membuka pintunya.
'Ma..Master..! TUNGGU DULU!!!' teriak Darko & Robert histeris secara bersamaan.
Indra yang saat itu sedang menggosok gigi terkaget & berlari kearah pintu kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi diluar sana,namun tak sengaja menginjak sabun batangan lalu terpeleset & menjatuhkan tutup kloset (yang memang pada dasarnya rusak). Sebagai 'finish move',kepalanya terantuk bak plastik.

GUBRAK GOMBYANG KLENENG DUKK. 'ADAUUW..!'

'Kasihan Indra..' gumam Robert.
'Iya.. Salah siapa nich yang ngasih kita villa dengan fasilitas ajrut-ajrutan kayak gini? Tadi aja bahkan gw liat klosetnya retak tapi cuman diselotip.' kata Darko sebal,lupa bahwa rumah kecil ini bukan villa.
'..eh,bukan saatnya ngomongin villa! Master Limbad..!!'

Saat mereka berdua 'tersadar',pintu masuk sudah menganga lebar. Mereka bergegas lari menuju pintu,tapi tiba2 saja Limbad kembali masuk kedalam rumah itu tanpa luka sedikitpun..dengan memegang sebuah tape recorder.
Limbad pun mengatakan bahwa tape recorder itu digantung diatas dinding luar rumah di dekat pintu,& sepertinya ini dari Master Deddy sebagai 'hiburan' untuk mereka semua.
Lalu Limbad pun menekan tombol 'play'.

"..aauuuuuuu..."
Begitulah suara serigala yang berasal dari tape recorder tersebut.

'DASAR KUTU KUPRET GILA!!!' umpat Darko sambil melempar sebuah cangkir ke lantai. Untung cangkirnya terbuat dari plastik.

Sementara itu,Rhomedal & Sam,yang sedari tadi mengintip dibalik pintu kamar tidur sudah merasa tenang. Sam menghela nafas lega & Rhomedal tertawa & berkata,'..nih rintangan ada2 aja nih.' lalu Sam pun menganggukkan kepala sambil cengengesan.

Lalu merekapun kembali menikmati pemandangan & menerawang keluar jendela. Suasana menjadi sunyi sesaat sampai Rhomedal menghisap rokoknya,menghembuskan asapnya keluar & berkata,'Sebenarnya,Sam.. Gw ngga ngerti apa yang dipikirin sama si Master Géhu.'

(Rhomedal,Sam & Indra suka banget manggil nama Master Deddy menjadi 'Master Géhu' sejak Master Deddy mulai demen sama Géhu alias tahu isi dari Bandung.)

'Lho? Emang napa,Rhom?'
'Bayangin aja,Sam. Gara2 rintangan yang diberiin Master Géhu ini,sensei gw sampe harus digigit ular & masuk RS..!' kata Rhomedal frustasi dengan campuran bahasa Jepang. (sensei = guru)
'..tadi sebelum lo masuk sini,gw barusan nelpon ke hape sensei gw,tapi yang ngangkat si Ricardo. Katanya ditengah perjalanan ke RS sensei gw pingsan & belom sadarkan diri ampe skarang..!' sambung Rhomedal. '..bukan cuma itu,semua anggota TM1 juga menderita luka yang serius.. Gw denger suara Ricardo di telpon tadi kedengaran cemas banget.'
'Ooh..gitu..' kata Sam pelan.
'..& skarang gw jadi mrasa benci banget sama si Master Géhu itu.' rutuk Rhomedal.
'Rhom,tenanglah.' kata Sam sebelum menyentuh pundak Rhomedal. 'Pikirin smua hal positif dari kejadian ini.. Mungkin menurut Master Géhu,rintangan ini ditujuin buat kita smua supaya kita bisa ngasah kemampuan.. Lo sebelumnya pernah ke hutan seterpencil ini ga,Rhom?'
Rhomedal pun menggelengkan kepala.
'Nah.. Skarang lo kan jadi punya pengalaman ke hutan terpencil.. Iya nggak?' kata Sam sambil tersenyum.
'Bener juga,ya..'
'Terus,Rhom.. Kalopun lo sampe jadi memendam rasa benci sama Master Géhu karena sensei lo terluka parah seusai menjalankan rintangan ini,gw yakin banget pasti sensei lo bakal sedih.' kata Sam, '..lo harus nunjukkin ke sensei lo,kalo lo bisa melewati rintangan ini dengan baik. Dengan begitu pasti sensei lo bakal seneng,karena hasil didikannya selama ini ternyata berhasil.'
'Sam.. Lo koq baiiik banget sich~?' kata Rhomedal dengan mata bersinar & berbinar setelah mendengarkan setiap perkataan Sam tadi.
'..tau tuh,gw kan 'Malaikat nyasar ke bumi'.. Hehehe~' kata Sam tengil.

Lalu mereka berdua pun tertawa terbahak2.

'Jadi,Rhom.. Percaya dech sama gw,sensei lo pasti akan tersadar dari pingsan & cepat sembuh.'
'Iya..'

Lalu Indra pun masuk ke dalam ruangan.
'Wah,merokok nich..!' kata Indra lantang sambil mengibas2kan handuknya ke sekeliling ruangan lalu duduk di samping mereka berdua. 'Gw bawa Chitato nich. 6 bungkus. Ada yang mau?'
'Mau doonk~' kata Rhomedal sembari menjilati bibirnya.
Sam pun menggelengkan kepalanya,'Dasar 'kakak' yang aneh...'
'..eh,tunggu dulu. Rokoknya sayang.. Gw sikat dolo ampe habis.. Oke?'
'Alamakjraaang...' kata Indra pelan sambil menggelengkan kepala. 'Dasar..'
'..kakak..'
'..yang..'
'aaaneeehh..' ucap Indra & Sam bersamaan.
'Udahlah..macem kalian tuh ga pernah aneh aja.' kata Rhomedal sambil menghisap rokoknya. Lalu Sam pun berdehem.
'ahem..baiklah. Sepertinya gw HARUS turun tangan.'

Sam pun mulai 'naik pitam' atas kelakuan aneh kwadrat 'kakak'-nya ini. Sam pun berdiri & berjalan mendekatkan diri ke arah Rhomedal,menatapnya lekat2 dari atas dengan mata pembunuh.

tuk..tuk..tuk..
Rhomedal pun merasa ngeri dengan kelakuan 'adik'-nya ini. Sepertinya ia nggak menyangka akan membuat Sam marah.
'S.. Sam..?' ucap Rhomedal pelan.
Kemudian,Sam pun berjongkok & mulai menyentuh pipi Rhomedal,yang membuat Rhomedal & Indra merasa ngeri..
..Sam pun mengeluarkan SENJATA PAMUNGKAS-nya.

'..kak.'
'I..iya,dik..?' ucap Rhomedal dengan sedikit ketakutan.
'Kalo kakak nggak berhenti merokok terus,ntar gw cium loh.'

GUBRAKH.

Indra nyaris muntah mendengar ini.
Namun Rhomedal malah merasa lega & tenang2 aja menghadapi kelakuan 'adik'-nya ini. Dia tahu Sam nggak mungkin sampai berani menciumnya yang baru menghisap rokok,selain itu mereka berdua kan cowok. Ntar bisa2 dikira hombreng,donk??
Jadi,terhadap permasalahan ini,Rhomedal punya jalan keluarnya.

'..silahkan aja,Sam. Siapa yang takut ama bibir lo yang tipis tlepos plontos itu?? Kalo lo cium gw,lo semakin menunjukkan kalo lo tuh nggak seseksi gw,tau gak~' gertak Rhomedal sambil bergoyang tengil. (padahal sebenarnya bibir Sam enggak seperti yang dibilangnya itu. O_o)
'..siapa yang ngga berani?? Lo pikir gw ngga bisa bikin lo masuk penjara karena tuduhan melakukan incest kepada adik-mu tersayang ini,hmm?' balas Sam menakutkan sambil tersenyum kejam ke Rhomedal,membelai2 ujung rambut Rhomedal yang runcing.
'INCEST DARI HONGKONG!!' teriak Indra histeris sebelum membenamkan kepalanya ke bantal.
'Udahlah,ini istilah terlarang yang hanya digunakan oleh Sam kalo dia lagi naik darah..' kata Rhomedal, 'Gw nggak akan merokok lagi. Okhay,Sam~?' kata Rhomedal dengan tersenyum,lalu Sam pun tersenyum & berkata,'Be sure to brush your teeth.'
'Okhay,I will~'

drrd..drrd..drrd..

'Apa tuch?' tanya Rhomedal.
'Hape gw.' kata Indra sambil mengambil handphonenya. 'ada sms...dari Fabian.'
'Hah..?'
'Coba dibaca.'
'Okeh.' lalu Indra pun membaca isi sms di handphonenya. '..Oh.'
'Ada apa?'
'Apa katanya?'
'Katanya,Aldi & Joe udah sadarkan diri!'
'Beneran?!' kata Rhomedal girang.
'Iya.. Bener kan kata gw? Sensei lo pasti baik2 aja..' kata Sam.
'Iya.. Thanks a lot,Sam~'
'You're welcome,bro~'
'..ah,tapi..tunggu dulu,ada keterusannya!' seru Indra.
'Apa?'
'Apaapaapa??'
'Disini ditulis.. Joe langsung tertidur setelah minum air karena udah ngantuk..' kata Indra, 'Lalu,Aldi.. Begitu tersadar,Aldi langsung minta makan karena dia lapar. Jadi Fabian beliin dia sandwich keju ama hamburger..'
'..puh!'
'AHAHAHAHAHAHAHA!!! Ada2 aja sensei ini..!'
'Lalu.. Aldi bilang,dia nyari Rhomedal. Terus pas Fabian bilang kalo semua anggota TM2 udah pada berangkat untuk menghadapi rintangan ini,Aldi merasa kecewa banget. Dia langsung down seketika.'
'Hah.. Knapa?' kata Rhomedal,agak sedikit cemas.
'Soalnya nih ya.. Aldi tuh merasa sedih,nggak sempat memperingatkan lo sebelum lo mengikuti rintangan ini. Dia sedih banget & bertanya2,knapa dia malah jatuh pingsan disaat ada kesempatan buat ngasih tau lo soal petunjuk2 yang harus diperhatiin dalem rintangan ini.'
'Lho.. Tapi,bukannya ngasih tau soal petunjuk tentang rintangan ini kepada anggota yang belom pernah ikut tuh dilarang ama Master Géhu?' tanya Sam.
'Iya.. Tapi kalo bisa,katanya dia mau kasih tau Rhomedal scara diem2.. Gara2 kejadian ini,sebagai guru dia jadi merasa nggak berguna.' jawab Indra.
'Padahal kan nggak gitu..! Biar gimanapun dia tuh tetap guru gw!!' teriak Rhomedal.
'Entah,tuh..' kata Indra sembari melihat2 bagian bawah sms di handphonenya. 'Oh.. Tapi kata Fabian,dia udah ngusulin Aldi buat ngasih tau lo lewat message di facebook!'
'Oh iya!! Master Géhu nggak ngelarang kita buat berkomunikasi pake internet,kan?!' kata Sam girang.
'Iya..tadi kata Fabian,Aldi lagi nulis message-nya! Mungkin aja skarang message-nya udah nyampe di kedua ID facebook lo,Rhom!' seru Indra.
'YIPPIE~!!! MWAHAHAHAHAH..!! THANKS A LOT,FAB! KAMU BAIK!! MANA HAPE GW?!?' teriak Rhomedal histeris bagai orang sinting sambil mencari handphonenya dengan gaya selayaknya orang sakaw,ntah udah berapa kali dia tersandung kasur2 pas dia merangkak2 buat nyari handphonenya yang tersayank,teryayank,& termelayank itu. (hah??)
'..Rhom.. Yang kondomnya biru,kan? Tuh,di dalem lemari.' kata Sam sambil menunjuk sebuah lemari kayu yang penuh debu,cerminnya udah sedikit retak & salah satu knopnya bergetar nonstop.
'..Wah! Sam bilang KONDOM!!' teriak Rhomedal lagi,seakan 'adik'-nya itu telah mengucapkan sesuatu yang benar2 nggak senonoh. (padahal 'kondom' yang dimaksud Sam itu adalah silicone rubber case buat handphone)
'..Ih! Iya!! Sam barusan bilang KONDOM!!!' teriak Indra melebay-lebay kan dengan senyum geli.
'Sam! Adik-ku!! Sejak kapan lo brubah jadi kayak gini tanpa sepengetahuan kakak?!' teriak Rhomedal lagi.
'..sejak kakak merokok. Kakak mo liat pesan sensei di facebook ato kagak??' kata Sam sambil manyun & menunjuk ke lemari kayu itu lagi.

..namun sialnya,karena saking tingginya semangat 'sang kakak' untuk menemukan handphonenya itu,ketika ia membuka pintu lemari,lemari malang itu malah terayun ke depan & ambruk,nyaris menimpanya. Namun pintu lemarinya patah dengan suara derak mengerikan & tak tertolong lagi. Sementara handphone para anggota TM2 (kecuali punya Indra) yang ada di dalam lemari itu langsung 'mendarat' diatas kasur,jadi Sam nggak perlu marah2 kepada 'sang kakak' lantaran handphonenya (yang berwarna putih & berkondom putih) baik2 saja.

..namun sialnya lagi,ketika Rhomedal membuka browser di handphonenya,sinyalnya nggak mencukupi buat mengakses internet sehingga ber-error ria. Sinyal di handphone Indra aja tinggal sebatang.
'NOOOOOOOOOOOO~!!!!!!!!' teriak Rhomedal emosi sambil membanting2 handphone-nya ke kasur.
'Dasar..'
'..kakak..'
'..yang..'
'..aaaaneeeehh.'
'SHUDDUP YOU ALL..!!!' teriak Rhomedal lagi.

-to be continued to part 2-

"Sam White's Confession" (cerpen / shortstory)

(This shortstory is actually posted by 12 June 2009 on TMF.)


★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜・。☆゜・。★


..sakit.


Sakit sekali.
Nafasku menderu karena menahan rasa sakit yang hebat di pergelangan tangan kiriku.

Tapi.. Bukan di daerah dimana Rhomedal mencengkeram pergelangan tangan kiriku dengan erat.

Saat ini.. Pandanganku kabur oleh airmata.
Saat ini.. Ingatanku mulai kabur..

Satu2nya hal yang dapat kuingat saat ini adalah,Rhomedal segera menarikku yang tak berdaya ini keatas kasur sesaat setelah ingatanku melompat ketika aku syok.

Yang saat ini terlihat hanyalah Rhomedal yang saat ini berada diatasku,& menatapku lekat2.

(PERHATIAN,PARA PEMBACA. JANGAN BERPIKIRAN YANG NGGAK2 DOLO. BACA DOLO SAMPE SELESAI,NGERES AJA OTAK LO,WKWKWK. :P)

'Jangan,Rhom.. Aku takut..' kataku sambil gemetar ketika ia mencengkeram pergelangan tangan kananku,mungkin untuk mencegahku kabur..
'Kamu ini bodoh ya,Sam?!' teriak Rhomedal,yang membuatku terkejut.
'..tenanglah Sam,ini akan kuselesaikan dgn cepat. Kamu boleh percaya sama aku.'
'Rhom..'
'Aku akan memperlakukanmu dengan lembut.'

WATDEZIGH.
Tiba2 Darko menonjok kepala Rhomedal dari belakang.

'BOJOGHELOKH DAH. Masa temen lo lagi sekarat,lo bukannya menghibur,malah 'menyerang'-nya dgn kata2 tak senonoh dari Tahiti?!'

Lalu Rhomedal pun menjawab sembari mengelus bagian belakang kepalanya yang kena tonjok,atau entah mengelus2 bagian rambutnya yg rusak lantaran hairgelnya morat-marit abis ditonjok.
'..dia ini bukan temen gw,tapi ADIK gw. Terserah donk mo gw apain juga,toh ntar gw yang tanggung-jawab..iya nggak?'

Sialan,mentang2 aku ini 1 tahun lebih muda dari dia.

'..whatever lah.' kata Darko sambil menghela nafas, 'Sam,kamu benar2 harus melalui ini.'

Dan guncangan kengerian pun kembali menerpa hatiku. Mataku pun terasa asam & mulai berair lagi.

'Kamu harus,Sam. Harus! Kalo nggak,lo bisa mati!' kata Rhomedal,yang sepertinya bermaksud untuk menguatkan mentalku meskipun wajahku telah bersimbah airmata.

Aneh,padahal aku ini mentalist,tapi disaat ini,mentalku goyah.
Konsentrasiku buyar.
Pikiranku..kepalaku..pusin
g..
Aku,Samuel White,the White Mentalist.. Untuk pertama kalinya..tergeletak tak berdaya.

'..Den,mending lo pegang aja tangan kanannya Sam. Aje buset dah ntar gw di-'bogem' ama lo lagi.' kata 'kakak'-ku yang berambut orange itu kepada Darko sembari turun dari atas kasur.

Sekarang aku bisa melihat pemandangan disekitarku dengan jelas.. Rhomedal menggengam tangan kiriku dgn erat,& Darko ada di samping kananku,menggengam erat tangan kananku..
Perasaanku semakin seperti pasien tumbal yang mau disembléh (disembelih).. Aku jadi semakin takut & ngeri dengan kondisiku saat ini.

'Darko..'
'Maaf ya,Sam.. Seandainya tadi ada kami semua didekatmu,pasti kamu ngga bakalan kayak gini.'
'A..aku..'
'Kami tahu kamu pasti takut banget,tapi anggap aja ini terjadi sekali dalem seumur hidupmu. Anggap semua orang,termasuk gw sama Darko,pernah ngalamin ini juga..okay? Sekali dalam seumur hidup.' kata Rhomedal padaku dengan nada sugesti sambil menirukan gerakan tangannya Romy Rafael,yang mengakibatkan Darko melempar sebungkus permen jeruk kearahnya --mungkin sebagai tanda pujian-- ,yang malah dia makan. (hah???)

Betul,tapi 'sugesti nehinehi' itu sepertinya tak mempan terhadapku. Biar gimanapun,kalau dipikir secara logis ngga mungkin SEMUA ORANG yang ada di dunia ini pernah mengalami hal yang serupa denganku ini.. Yah,mau gimana lagi,Rhomedal Aquino kan bukan Romy Rafael. Titiek.

'..Den,tuh duo kebanggaan kita uda dateng!'
& benar saja,sesuai dgn perkataan Rhomedal barusan,Robert & Indra (duo RobIn) menuju kearah kami,masih dengan tatapan iba.
Yah,wajar saja..gimana nggak?? Keadaanku saat ini memang mengenaskan,sih..

'Kebetulan banget,sini donk bantuin kami!' kata Darko,yg kemudian disusul oleh suara Rhomedal.
'Pegangin kakinya Sam,ya.. Soalnya gw ngga yakin borgol itu bisa bertahan lama..Lepasin dulu borgolnya.'

Indra & Robert kelihatan kaget,begitu juga Darko. Hah..apa katanya barusan..? Borgol..? Kakiku diborgol??

Indra berkata duluan,'Rhom.. Ga salah nih,masa kakinya Sam elo borgol..???'
Lalu Darko pun melirik kearah kakiku yg (perasaan) terkulai lemas.
'Lho.. Rhome? Sejak kapan lo borgol kakinya??'
'Pas gw turun dari kasur tadi.. Kan gw Fast Hand~' kata Rhomedal sambil tersenyum tengil.

Lalu akupun berusaha mengangkat kepalaku,& terlihat borgol warna PINK berkilau mengikat pergelangan kedua kakiku.

Anjrit. Pantesan daritadi kakiku terasa sakit sakit gimana gitu.
'kakak'-ku yang satu ini emang usilnya minta ampun. Ampun deh..

'Maafkan ambulansnya ya,Sam.. Menurut prediksi gw,ambulansnya baru datang sekitar 45 menit lagi.' kata Indra.
'HAAH?!? GA SALAH LO? MASIH SELAMA ITU!??' teriak Rhomedal & Darko secara bersamaan.
Indra menghela nafas & mengangguk,mengakibatkan Rhomedal syok & berkata,'adik-kuuu...'
'Ngga ada waktu lagi. Kalau dibiarkan bisa gawat. Rhom,kami serahkan padamu.' kata Robert sembari menepuk bahu Rhomedal.
'Yes,Rhom. We're counting on you!' kata Indra,sok pake bahasa Inggris pulak.

deg deg..deg deg..
Inilah saatnya.
Aku harus pasrah melalui ini atau mati.

'..are you ready to rock?' kata Rhomedal,ngga jelas untuk siapa.
'yes.' kata semua orang yang ada disekelilingku. Aku hanya bisa menutup mata sambil menelan ludah.

Aku masih hidup. Aku akan melalui ini & masih hidup. Aku akan hidup untuk selamanya (hah???). Aku nggak akan mati. Aku nggak bakalan mati. Aku nggak mungkin mati. Bunuh aja aku kalo aku mati... pikirku berulang2,tak peduli sengaco apa pikiranku saat ini. Jiwa mentalist-ku saat ini sudah rusak. Rasa takut itu hebat,ya..?

'Are you ready to rock?!'
'Yes!!'
'ARE YOU READY TO ROCK?!?'
'ROCK PALA LO PEANG! PAKE ROK AJA LO SANA..!!!' teriak Darko sambil menimpuk2 Rhomedal dengan jeruk beneran.
'CEPETAN WOI!! LO TEGA NGELIAT ADIK LO MATI PELAN2 DIDEPAN MATA LO?!' teriak Indra to the point,menyadarkan 'kakak'-ku itu kalo mentalist juga manusia,punya kekebalan tubuh yg pada dasarnya sama seperti manusia biasa.
'Ah..oke,oke.. Maafin kakak ya,Sam.. Kakak akan segera mencopot ini semua & menyelamatkan nyawamu.' (sekardus penuh jeruk monthong di tangan Darko pun akhirnya diletakkan kembali ke lantai.)

WACHUAAKK. (apa nih maksudnya)
AAAAAAAAARRGGHHHH.

Sampai Darko membekap mulutku pun aku tak bisa berhenti berteriak.
Di sela2 ekor mataku yang basah,aku dapat melihat..
Di tangan Rhomedal,pecahan kaca yang berlumur darahku.. Dibuang ke sebuah piring besi seperti yang biasa dipakai dokter RS (ntah darimana 'kakak'-ku yang aneh itu bisa mendapatkannya).

'Yosh,tinggal 2 lagi.' kata Rhomedal sembari memandang liar ke pergelangan tangan kiriku yang bersimbah darah,terlihat 2 pecahan kaca lagi yang masih tertanam disitu..

Indra malah merepet baca teks proklamasi kemerdekaan karena ngga tau harus mengatakan apa disaat seperti ini,sampe2 Robert berkata,'Indra,lu ngapain??'

Pecahan kaca kedua,yang mulai ditarik keluar oleh Rhomedal,entah kenapa,membuatku tak merasakan apa2.
Sebagai gantinya,kepalaku terasa berat..
Pandangan mataku..berkunang2..& mulai kabur..
Akupun mulai susah menarik nafas..
Detak jantungku..semakin pelan..namun begitu terasa & berat,menekan dadaku..
..apa aku..akan mati..?



Namun tiba2..

'Oi,kalian lagi ngapain.. Sam kenapa?!'
Joe Sandy pun melonjak kaget setelah melihat diriku yang tak berdaya ini,dengan tangan kiri bersimbah darah.. Di belakangnya datanglah Abu Marlo,Aldi Sungkar,Richard Rain,& Angelina Zhi.

Lalu Rhomedal pun menyahut,'Gini loh,tadi kan Sam lagi jalan2 sekitar studio.. Terus ada kru yang bertugas masang kaca jendela di bagian atas..naik tangga. Nah,terus ada seorang kru yang sakaw. Masa itu kaca jendela dilempar ke Sam..?? Uda gitu mereka turut terjun bebas kearah huruhara itu..!'
'Pssht,Rhome! Perasaan bukan itu deh kejadian sesungguhnya! Jangan becanda mulu donk.. Makanya kalo makan gula jangan kebanyakan..!' potong Darko,'..yah,tadi ada angin kencang meniup kaca yang dipegang kru.. Terus mereka terhuyung & jatuh dari tangga..menubruk Sam.. Yaah.. Mereka juga mengalami luka berat,sama seperti Sam.. Tapi sepertinya punya Sam paling gawat.'

'Duh,koq ngga cepet2 bilang sama kami??' kata Joe.
'Habis.. Kami udah panik bener.. Ngga kepikir sampe situ..' kata Indra.
'..sampe Sam udah pucat gini..??' kata Angel.
'Kita ini kan bisa saling membantu!' kata Abu.
'Iya,sesama manusia harus saling bahu-membahu..!' kata Rain.
'Pasti ada yang bisa kami lakukan.' kata Aldi,'..liat,sampe tangan murid kesayangan gw harus bersimbah darah gini.. Nal,bukannya lo fobia darah..?'
'Fobia dari Hongkong.. Sejak kapan gw fobia ama darah??'
'Ah,iya.. Gw lupa~' kata Aldi sambil menepuk dahinya & tertawa. Rhomedal pun ketawa.

Lalu Joe pun memegang pergelangan tangan kananku & menempelkannya ke telinganya,mendengarkan detak jantungku yang (untungnya) masih ada.. Kelopak mataku sudah terlalu berat..nggak bisa melihat apapun lagi..bernafas pun udah kayak nggak bernafas lagi..

Lalu Joe pun meletakkan tangan kananku kembali & menatapku (meskipun aku nggak bisa melihatnya karena sekarang pandanganku nyaris gelap total),lalu berkata.. 'Sam,kamu bisa mendengarku?'
'ng...'
'Pada hitungan ketiga,kamu akan tertidur.'

Mendengar ini,Darko pun terkaget. 'Eh..lho..! Joe..kamu..??'
'1..2..3.'
Lalu Joe menjentikkan jarinya.
KLIK.
Kesadaranku pun hilang.
Akupun..tak merasakan apapun lagi.. Entah kenapa,rasanya nikmat..
Sekarang yang bisa kudengar hanyalah suara orang2 disekelilingku,yang sepertinya mulai (kelewat) histeris...

'S.. Sam..?'
'Sam!!'
'SAAAM..!!!'
'ADIKKU!!!!!'

..puh. Mo ketawa rasanya denger kata yang terakhir. Ternyata sampai aku mati rasa gini pun dia masih menganggapku 'adik'-nya..

'Saaaaaaam....'
'Tenang dulu,semuanya.' kata Joe,'Rhomedal,coba kamu genggam erat2 pergelangan tangan kirinya Sam untuk mencegah darahnya mengalir keluar...'
'Udah kuikat pun.'

Lantas Darko,Indra & Robert pun terkaget lagi.
Sebelum Darko bertanya,Rhomedal udah menjawab,'..sejak ARE YOU READY TO ROCK?!?'
'Ya sudah,sekarang...' Joe berkata lagi,'kamu cabut pelan2 kepingan kaca itu..semuanya. Sampai bersih. Sam tidak akan merasakan apapun,dia saat ini sedang tertidur lelap.'

Dan benar saja,meskipun aku tahu bahwa Rhomedal sedang mencabut keluar kepingan2 kaca dari pergelangan tanganku,aku tetap tidak merasakan apapun..malah terasa geli,bagai dikelitiki bulu burung dari dalam.

'Udah semuanya?'
'Udah.'
'Nah..' lalu Joe pun berdiri lagi.
'Sam ketakutan & kesakitan. Itulah yg membuatnya sepucat ini.'
'..Udah gitu kalian nggak kasih dia obat penahan sakit.' sambung Rain.
'Di kotak P3K ngga ada obat semacam itu.' kata Rhomedal.
'Racik,kek.'
'Atau kasih dia sugesti biar nggak sakit,kayak sekarang ini..' sambung Joe.
'..lho? Limbad mana?' sambung Rain lagi sembari bertanya.
'Lagi di Tegal..ada acara.' jawab Indra.
'Yaah.. Sayang banget.' kata Joe.
'Kenapa?'
'Kan dia bisa menghilangkan rasa sakit.'

GRUBYAKH.
Setidaknya itulah suara dalam seisi ruangan yang bisa kudengar saat ini.
1 hal lagi yang bisa kuingat,tiba2 ada bunyi sirene.. Sepertinya berasal dari luar...
..& suasana di sekeliling tiba2 menjadi gaduh.

'Itu dia ambulansnya..!'
Ayo,dimana para kru yang terluka tadi?'
'Di sebelah situ!'
'Yuk,let's go! Akan kucaci-maki supir ambulans-nya karena udah bikin adik-ku menunggu lama..!!'

..'kakak' yang aneh. Kan bisa aja ambulansnya emang lama gara2 jaraknya emang jauh atau macet..

'Kita pindahkan dia pelan2 ke tandu.. Rhomedal,kamu perban dulu pergelangan tangannya,lalu lepasin ikatan di tangannya..'
'Udah gw bikin secantik pita kado pun.'
(Aku nggak tau & nggak peduli soal gimana & secantik apa pita perban yang dia maksud itu,karena sampai saat ini aku sedang terhipnotis & terkulai lemas..jadi jangan tanya aku..tanya aja mereka.)
'Lho,Rhome..?'
'Sejak sirene ambulans.'
'Lu koq cepet banget sih daritadi.. Udah sigap sebelum disuruh.. Kayak peramal ato mentalist aja,gitu..'
'Iya donk.. Apa sih yang enggak kalo buat adikku tersayank ini???'

Seandainya aku sudah sadar,udah langsung kucari ember untuk nampung muntahku.

Lalu,badanku terasa terangkat.. & dalam sekejap semuanya udah berada di dalam ambulance.

'Angkat tangan kirinya. Jangan sampai tergeletak. Biar Darko aja yang memegang tangannya.' kata Joe,yang kedengarannya ada di samping kananku.
'..nggak disadarkan dari tidurnya?'
'Sebaiknya jangan. Biarkan sampai pihak RS menanganinya dulu. Begitu lebih baik.'
'err.. Joe,dia nggak apa2,kan..?'
'Adik-mu pasti selamat. Percaya deh,saat ini dia sedang tidur nyenyak.'
(Beeh,Joe ikut2an bilang 'Adik' pulak.)

Hangat..

Sekujur tubuhku rasanya hangat..
Padahal..aku ini mentalist..
Tapi..sebagai manusia,aku masih banyak kekurangan..
Banyak hal yang belum kupelajari..banyak hal yang tak kuketahui..
Termasuk.. Keinginanku untuk bisa menghipnotis orang,suatu saat nanti..

'Eh..lho? Sam berkeringat,ya..?'
'Mungkin,soalnya adik-ku ini udah mati2an menunggu ambulans ini sampe lama banget. Dasar kampret kejepret sampe mencret,hiish..!'
'Ssht..! Rhome,ntar kedengeran ama supirnya,lho..!'
'Eh..tunggu,suhu ruangan di studio tadi kan dingin..'
'Hah?'
'Dia nggak berkeringat..'
'Tapi yang basah di sekitar sini..tuh,di pipinya.. Di kedua pipinya..eh..lho??'
'Dia nggak berkeringat..ini airmata.'
'Iya..dia menangis.'
'..kok..?'
'...aku nggak ngerti lho,padahal detak jantungnya masih sama seperti tadi.. Nafasnya juga stabil..'
'Abu,coba kamu baca pikiran si Sam.'
'Akan kucoba..'

..nyaman.

Nyaman sekali.
Aku harus berusaha lebih baik lagi..
Supaya,suatu saat nanti..
..aku bisa membuat orang2 lain merasakan kenyamanan,seperti yang kurasakan saat ini.

'Eh,Rhom.. Lucu ya Sam nangis.. Rasanya adorable gimanaaa gitu..'
'Iya,kan? Eh,tapi..jangan sampe dia tau lo bilangin dia manis. Adik-ku ini paling nggak suka.'
'Oke~'

..saat ini..entah kenapa..
Rasanya..aku begitu bahagia...

'..puh.'
'Lho.. Abu? Kok malah ketawa..??'
'Oh,maaf.. Dia nggak apa2. Saat ini.. Dia sedang merasa bahagia.'
'Oh,gitu..'
'Nah..dengar kan,Rhom? Kubilang juga apa,adik-mu baik2 aja.'
'..iya..'
'Lho.. Rhome? Koq kamu nangis juga..??'
'Habisnya..gw terharu..'
'Eh..?'
'Sam pasti bahagia karena ada kita semua yang mewarnai kehidupannya..'
'..bener juga.'
'Iya,ya..'
'..dia pasti juga bahagia karena punya 'kakak' seperti gw~'

GUBRAGH.

..No comment ah.


★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★

P.S. Jangan hiraukan 'pesan penutup' Sam di cerita ini,kasih comment sebanyak2nya ya all~ XP

Cerita ini hanya fiksi. Ga bener2 terjadi. Semua tokoh di cerita inipun ga bener2 punya karakter seaneh ini (??),wkwkwk.. :3
 
- sɔıɟuɐℲ (◖: ~ɹǝʌǝɹoℲ ɹǝʇsɐƜ ǝɥ⊥)ℲƜ⊥- © 2008. Template by BloggerBuster.