"Mentalists are always the best..no?" (Day 1 of 2) -part 1- (cerpen / shortstory)

Friday, November 13, 2009

(This shortstory is actually has been posted on TMF @ 26 June 2009)

★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★。・
゜・。☆゜・。★

'Mentalists are always the best..no?' (Day 1 of 2) -part 1-


Dimana2,yang namanya Mentalist itu kedengaran hebat.

Contohnya Deddy Corbuzier,siapa yang nggak kenal ama dia??
Jauh sebelum munculnya acara The Master,sosok ini hanya dikenal sebagai 'Magician' & bukan 'Mentalist' (kalo menurut narator,yaa. XP),namun ketenarannya sungguh luar biasa.
Dia dikenal sebagai bos dari semua Mentalist..namun dia lebih dari sekadar Mentalist,karena belum tentu para Mentalist2 lain selain dirinya bisa melakukan aksi2 spektakuler seperti yg ia lakukan. (eseeh~)

..wekz,koq jadi ngomongin Master Deddy Corbuzier,yaph..??
Ya sudahlah.

Suatu hari,sang Mentalist tersebut ingin menguji kemampuan para kandidat The Master,sekalian mengasah kemampuan mereka supaya nggak luntur,atau supaya membangkitkan potensi baru dalam diri mereka.

Dan di kisah ini,para anggota TM1 telah berhasil melewati rintangan yang telah diberikan olehnya..namun dengan agak sedikit kacau karena Joe Sandy jatuh pingsan karena otaknya overload,Abu Marlo tersengat lebah & ambruk kelelahan,Aldi merinding ketakutan & jadi trauma sama ular kobra yang telah menggigitnya (karena pas mereka menyelesaikan tantangan itu matahari udah tenggelam & suasananya gelaaap banget,ditambah lagi semua senter milik mereka terjatuh,mati,rusak,lowbat
,dsb),Rain tersenyum2 bangga karena telah berhasil 'menyelamatkan' teman2nya namun dia sendiri hampir kehabisan darah karena kecebur di rawa lintah (HAH?!),Angel menderita beberapa luka lecet & kakinya terkilir... Alhasil,mereka berlima harus dilarikan ke ruang ICCU di RS terdekat.

Lalu tibalah giliran para anggota TM2 untuk melewati rintangan maut ini.

..memangnya rintangan seperti apa sich yg harus mereka hadapi??
Yah,tapi sebelumnya,kita lihat dulu keadaan para anggota TM2 ini.

Saat ini mereka semua ada di sebuah rumah kecil ditengah hutan pada suatu daerah terpencil.
Saat itu sudah malam hari & suasana diluar gelap sekali. Namun cahaya lampu & derai tawa yang berasal dari dalam rumah kecil itu mewarnai suasana dingin nan horor disekeliling.

Di ruang tamu,Limbad sedang duduk sambil minum teh & menonton TV.
Di dapur,Denny Darko sedang mencuci piring sambil marah2 lantaran sashimi kesukaannya keburu di-mbat ama kucing liar yang sama sekali tak diundang. (hah?? O_o)
Di kamar mandi,ada Indra yang lagi mandi & Robert duduk disamping Limbad,menunggu giliran masuk ke kamar mandi sambil baca koran.
..sedangkan di kamar tidur yang (seharusnya) damai & tentram,ada Sam White & Rhomedal,sang 'kakak-beradik khayal' yang cute,cakep,& tengil. (tapi kynya yang terakhir hanya berlaku untuk 'sang kakak' alias Rhomedal,wkwkwk~ :P)
..disebut 'kakak-beradik khayal' karena sesungguhnya Rhomedal & Sam ngga punya hubungan darah,tapi Rhomedal selalu memanggil Sam 'adik-ku' karena umurnya Sam lebih muda setahun darinya.

Sam sedang membaca kertas surat dari Master Deddy yg berisikan misi2 yg harus dilaksanakan selama menjalani tantangan ini... pas kemudian ia tiba2 terbatuk lantaran mendadak ada asap rokok,yang ternyata berasal dari sang 'kakak' tercinta.

Sam pun menuju kearah Rhomedal yang saat itu sedang suntuk alias berbosan2 & berkata,'Rhom.. Udah mo tidur koq masih merokok??'

Baik Sam maupun Rhomedal sama2 telah memakai piyama alias baju tidur,jadi ngga ada alasan bagi Sam untuk nggak menanyakan alasan kenapa 'kakak'-nya itu merokok di dalam kamar tidur yang akan dipakai tidur berenam itu,pada waktu disaat semuanya udah pada mau bobo..

'Aih,adik-ku ini.. Kakak mo merokok boleh2 aja donk.. Toh disini masih kosong melompong..kalo smuanya udah dateng,baru dech kakak berhenti. Okhay~?' kata Rhomedal sambil mengedipkan sebelah matanya dengan tengil kepada Sam.
'Bukan gitu,kak..eeh,Rhom.' kata Sam keceplosan,yang mengakibatkan Rhomedal ketawa.
'..hwahaha.. Akhirnya engkau telah mengakui diriku sebagai kakak-mu,Sam..'
'Terserah dirimu yang aneh ini dech,Rhom..' kata Sam geleng2 kepala. 'Yang penting,bukan itu masalahnya.. Masalahnya tuh rokok ga baik buat paru2 lo.'

Mendengar hal ini,Rhomedal pun jadi agak sebal dalam hatinya,karena sebelum Sam,udah ga kehitung brapa jumlah fans & orang2 terdekat yg pernah mengatakan hal serupa padanya.

'Udahlah.. Itulah yg dinamakan hidup manusia.'
'Maksudmu?'
'yah..' lalu Rhomedal pun meletakkan puntung rokoknya ke asbak.
'..Sam,lu tau perbandingan kemungkinan kanker paru2 antara perokok aktif & perokok pasif?'
Sam pun menggelengkan kepalanya.
'..gini loh. Perokok pasif itu biasanya langsung menghirup asap yang berasal dari rokok yang dihisap sama perokok aktif. Jadi,perokok pasif tuh bahayanya tinggi banget. Melebihi perokok aktif,lho.'
'Hah..masa?' kata Sam sambil membelalakkan mata ketika menyadari bahwa ia telah baru saja menjadi perokok pasif.
'Iya. Jadi,kalo gw baru ngisep 1 rokok,secara ngga langsung LU UDAH NGISEP 6 ROKOK.' kata Rhomedal dengan penekanan horor,seakan Sam telah menenggak racun yang dapat mengakibatkannya tewas seketika apabila ia kentut sebanyak 13 kali dalam sehari.
'WHAT?!?' Teriak Sam histeris sebelum ia berlari kearah dinding untuk membuka jendela,lalu menghirup udara segar sebanyak2nya disitu ataupun batuk2,karena asap rokok mulai berhamburan keluar dari jendela tersebut. Kamar tidur tersebut hanya mempunyai satu jendela lebar di bagian ujung & bukan di sisi2 kamar. Suatu hal yang membuat Sam benci banget sama rumah TERKUTUK ini,melebihi terhadap kebiasaan merokok-nya Rhomedal.

Melihat ini,Rhomedal pun tertawa lalu memungut kembali rokoknya & berjalan kearah jendela,berdiri disamping Sam lalu berkata 'Jadi,Sam.. Kalo menurut gw sich bagusan ngisep sebatang rokok daripada 6 batang rokok. Iya nggak?'
'..huek ehek ehek.. Ngga lucu,tauk..!' batuk Sam.
Lalu Rhomedal pun ketawa lagi.
'..tapi gw juga sadar,para perokok pasif nggak selamanya menghisap asap rokok kayak perokok aktif ato perokok berat.'
'Yah,baguslah kalo kamu ngerti.' kata Sam dengan tersenyum.
'Paru2ku terancam lemah~' kata Rhomedal dengan gaya orang lebay sambil menekan jantungnya dengan kedua tangannya.
'Rhom..! AWAS BAJUMU!!' teriak Sam histeris part two. (hah??)

Akibat perbuatan lebay 'sang kakak',rokok yang dipegang Rhomedal meninggalkan bekas kehitaman pada piyama biru nya.

'Untung aja nggak sampe bolong..! Ini kan baju tidur lo satu2nya!!!' bentak Sam.
'Iya.. Sori dech,adik-ku sayang.. Jangan marah2 donk. Hehehe~'
'Huuh.. Ya udahlah.'

Lalu suasana hening sesaat.
Pemandangan diluar jendela terasa sangat indah.
Angin malam yang dingin berhembus,menerpa wajah mereka berdua.
Di langit,bintang2 bertaburan & ada bulan purnama yang menggantung diatas langit,menerangi langit malam bagaikan lampu.
Setelah itu mereka melihat kearah pohon2 & semak belukar diluar jendela,ada suara jangkrik & cicak.. Lalu seujug2 secara tiba2 ada suara yang tak lazim diperdengarkan ditengah hutan malam2 begini,yaitu suara serigala.

..auuuuuuu..

'Hare gene siapa yang takut ama serigala?? Kecuali kalo mereka tuh bisa berubah jadi werewolf baru gw sambit pake payung..!'
'Welp,kalo gitu sediain payung lo,Rhom. Karena malam ini bulan purnama.'
*glek.* Rhomedal pun menelan ludah,& Sam pun cekikikan.

Pada saat yang bersamaan,Indra yang masih berada di dalam kamar mandi terkaget2 mendengar suara serigala itu & tak sengaja menjatuhkan sabun,botol shampoo & botol2 lainnya yang udah sewajibnya ada di dalam kamar mandi pada umumnya.
GEDUBRAK GETRUK BRUK BRUK DHUAR.
..tak ketinggalan,gayung pun terjatuh ke lantai.

Sementara Darko nyaris memecahkan sebuah gelas karena terkaget dengan suara serigala itu juga. '..Buset,ditengah hutan gini ada serigala?!'
'Nggak usah khawatir,asal jendela & pintu dikunci rapat2,nggak mungkin serigala bisa masuk.' kata Robert enteng sambil menyomot biskuit yang ada di piring yang terletak diatas meja.
'Iya,kamu boleh bilang gitu,tapi masalahnya,suara itu berasal dari depan pintu,lho. Belom dikunci,kan?' kata Darko sambil menunjuk pintu masuk yang berada di samping lokasi tempat Robert & Limbad sedang duduk.

..aaauuuuuu...

Lantas Robert pun terkaget & berinisiatif untuk cepat2 ngumpet dibelakang Darko.
Tapi lain halnya dengan Limbad. Sepertinya ia merasakan hal yang agak aneh dengan suara itu.
Jadi,Limbad pun melangkah kearah pintu & mulai membuka pintunya.
'Ma..Master..! TUNGGU DULU!!!' teriak Darko & Robert histeris secara bersamaan.
Indra yang saat itu sedang menggosok gigi terkaget & berlari kearah pintu kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi diluar sana,namun tak sengaja menginjak sabun batangan lalu terpeleset & menjatuhkan tutup kloset (yang memang pada dasarnya rusak). Sebagai 'finish move',kepalanya terantuk bak plastik.

GUBRAK GOMBYANG KLENENG DUKK. 'ADAUUW..!'

'Kasihan Indra..' gumam Robert.
'Iya.. Salah siapa nich yang ngasih kita villa dengan fasilitas ajrut-ajrutan kayak gini? Tadi aja bahkan gw liat klosetnya retak tapi cuman diselotip.' kata Darko sebal,lupa bahwa rumah kecil ini bukan villa.
'..eh,bukan saatnya ngomongin villa! Master Limbad..!!'

Saat mereka berdua 'tersadar',pintu masuk sudah menganga lebar. Mereka bergegas lari menuju pintu,tapi tiba2 saja Limbad kembali masuk kedalam rumah itu tanpa luka sedikitpun..dengan memegang sebuah tape recorder.
Limbad pun mengatakan bahwa tape recorder itu digantung diatas dinding luar rumah di dekat pintu,& sepertinya ini dari Master Deddy sebagai 'hiburan' untuk mereka semua.
Lalu Limbad pun menekan tombol 'play'.

"..aauuuuuuu..."
Begitulah suara serigala yang berasal dari tape recorder tersebut.

'DASAR KUTU KUPRET GILA!!!' umpat Darko sambil melempar sebuah cangkir ke lantai. Untung cangkirnya terbuat dari plastik.

Sementara itu,Rhomedal & Sam,yang sedari tadi mengintip dibalik pintu kamar tidur sudah merasa tenang. Sam menghela nafas lega & Rhomedal tertawa & berkata,'..nih rintangan ada2 aja nih.' lalu Sam pun menganggukkan kepala sambil cengengesan.

Lalu merekapun kembali menikmati pemandangan & menerawang keluar jendela. Suasana menjadi sunyi sesaat sampai Rhomedal menghisap rokoknya,menghembuskan asapnya keluar & berkata,'Sebenarnya,Sam.. Gw ngga ngerti apa yang dipikirin sama si Master Géhu.'

(Rhomedal,Sam & Indra suka banget manggil nama Master Deddy menjadi 'Master Géhu' sejak Master Deddy mulai demen sama Géhu alias tahu isi dari Bandung.)

'Lho? Emang napa,Rhom?'
'Bayangin aja,Sam. Gara2 rintangan yang diberiin Master Géhu ini,sensei gw sampe harus digigit ular & masuk RS..!' kata Rhomedal frustasi dengan campuran bahasa Jepang. (sensei = guru)
'..tadi sebelum lo masuk sini,gw barusan nelpon ke hape sensei gw,tapi yang ngangkat si Ricardo. Katanya ditengah perjalanan ke RS sensei gw pingsan & belom sadarkan diri ampe skarang..!' sambung Rhomedal. '..bukan cuma itu,semua anggota TM1 juga menderita luka yang serius.. Gw denger suara Ricardo di telpon tadi kedengaran cemas banget.'
'Ooh..gitu..' kata Sam pelan.
'..& skarang gw jadi mrasa benci banget sama si Master Géhu itu.' rutuk Rhomedal.
'Rhom,tenanglah.' kata Sam sebelum menyentuh pundak Rhomedal. 'Pikirin smua hal positif dari kejadian ini.. Mungkin menurut Master Géhu,rintangan ini ditujuin buat kita smua supaya kita bisa ngasah kemampuan.. Lo sebelumnya pernah ke hutan seterpencil ini ga,Rhom?'
Rhomedal pun menggelengkan kepala.
'Nah.. Skarang lo kan jadi punya pengalaman ke hutan terpencil.. Iya nggak?' kata Sam sambil tersenyum.
'Bener juga,ya..'
'Terus,Rhom.. Kalopun lo sampe jadi memendam rasa benci sama Master Géhu karena sensei lo terluka parah seusai menjalankan rintangan ini,gw yakin banget pasti sensei lo bakal sedih.' kata Sam, '..lo harus nunjukkin ke sensei lo,kalo lo bisa melewati rintangan ini dengan baik. Dengan begitu pasti sensei lo bakal seneng,karena hasil didikannya selama ini ternyata berhasil.'
'Sam.. Lo koq baiiik banget sich~?' kata Rhomedal dengan mata bersinar & berbinar setelah mendengarkan setiap perkataan Sam tadi.
'..tau tuh,gw kan 'Malaikat nyasar ke bumi'.. Hehehe~' kata Sam tengil.

Lalu mereka berdua pun tertawa terbahak2.

'Jadi,Rhom.. Percaya dech sama gw,sensei lo pasti akan tersadar dari pingsan & cepat sembuh.'
'Iya..'

Lalu Indra pun masuk ke dalam ruangan.
'Wah,merokok nich..!' kata Indra lantang sambil mengibas2kan handuknya ke sekeliling ruangan lalu duduk di samping mereka berdua. 'Gw bawa Chitato nich. 6 bungkus. Ada yang mau?'
'Mau doonk~' kata Rhomedal sembari menjilati bibirnya.
Sam pun menggelengkan kepalanya,'Dasar 'kakak' yang aneh...'
'..eh,tunggu dulu. Rokoknya sayang.. Gw sikat dolo ampe habis.. Oke?'
'Alamakjraaang...' kata Indra pelan sambil menggelengkan kepala. 'Dasar..'
'..kakak..'
'..yang..'
'aaaneeehh..' ucap Indra & Sam bersamaan.
'Udahlah..macem kalian tuh ga pernah aneh aja.' kata Rhomedal sambil menghisap rokoknya. Lalu Sam pun berdehem.
'ahem..baiklah. Sepertinya gw HARUS turun tangan.'

Sam pun mulai 'naik pitam' atas kelakuan aneh kwadrat 'kakak'-nya ini. Sam pun berdiri & berjalan mendekatkan diri ke arah Rhomedal,menatapnya lekat2 dari atas dengan mata pembunuh.

tuk..tuk..tuk..
Rhomedal pun merasa ngeri dengan kelakuan 'adik'-nya ini. Sepertinya ia nggak menyangka akan membuat Sam marah.
'S.. Sam..?' ucap Rhomedal pelan.
Kemudian,Sam pun berjongkok & mulai menyentuh pipi Rhomedal,yang membuat Rhomedal & Indra merasa ngeri..
..Sam pun mengeluarkan SENJATA PAMUNGKAS-nya.

'..kak.'
'I..iya,dik..?' ucap Rhomedal dengan sedikit ketakutan.
'Kalo kakak nggak berhenti merokok terus,ntar gw cium loh.'

GUBRAKH.

Indra nyaris muntah mendengar ini.
Namun Rhomedal malah merasa lega & tenang2 aja menghadapi kelakuan 'adik'-nya ini. Dia tahu Sam nggak mungkin sampai berani menciumnya yang baru menghisap rokok,selain itu mereka berdua kan cowok. Ntar bisa2 dikira hombreng,donk??
Jadi,terhadap permasalahan ini,Rhomedal punya jalan keluarnya.

'..silahkan aja,Sam. Siapa yang takut ama bibir lo yang tipis tlepos plontos itu?? Kalo lo cium gw,lo semakin menunjukkan kalo lo tuh nggak seseksi gw,tau gak~' gertak Rhomedal sambil bergoyang tengil. (padahal sebenarnya bibir Sam enggak seperti yang dibilangnya itu. O_o)
'..siapa yang ngga berani?? Lo pikir gw ngga bisa bikin lo masuk penjara karena tuduhan melakukan incest kepada adik-mu tersayang ini,hmm?' balas Sam menakutkan sambil tersenyum kejam ke Rhomedal,membelai2 ujung rambut Rhomedal yang runcing.
'INCEST DARI HONGKONG!!' teriak Indra histeris sebelum membenamkan kepalanya ke bantal.
'Udahlah,ini istilah terlarang yang hanya digunakan oleh Sam kalo dia lagi naik darah..' kata Rhomedal, 'Gw nggak akan merokok lagi. Okhay,Sam~?' kata Rhomedal dengan tersenyum,lalu Sam pun tersenyum & berkata,'Be sure to brush your teeth.'
'Okhay,I will~'

drrd..drrd..drrd..

'Apa tuch?' tanya Rhomedal.
'Hape gw.' kata Indra sambil mengambil handphonenya. 'ada sms...dari Fabian.'
'Hah..?'
'Coba dibaca.'
'Okeh.' lalu Indra pun membaca isi sms di handphonenya. '..Oh.'
'Ada apa?'
'Apa katanya?'
'Katanya,Aldi & Joe udah sadarkan diri!'
'Beneran?!' kata Rhomedal girang.
'Iya.. Bener kan kata gw? Sensei lo pasti baik2 aja..' kata Sam.
'Iya.. Thanks a lot,Sam~'
'You're welcome,bro~'
'..ah,tapi..tunggu dulu,ada keterusannya!' seru Indra.
'Apa?'
'Apaapaapa??'
'Disini ditulis.. Joe langsung tertidur setelah minum air karena udah ngantuk..' kata Indra, 'Lalu,Aldi.. Begitu tersadar,Aldi langsung minta makan karena dia lapar. Jadi Fabian beliin dia sandwich keju ama hamburger..'
'..puh!'
'AHAHAHAHAHAHAHA!!! Ada2 aja sensei ini..!'
'Lalu.. Aldi bilang,dia nyari Rhomedal. Terus pas Fabian bilang kalo semua anggota TM2 udah pada berangkat untuk menghadapi rintangan ini,Aldi merasa kecewa banget. Dia langsung down seketika.'
'Hah.. Knapa?' kata Rhomedal,agak sedikit cemas.
'Soalnya nih ya.. Aldi tuh merasa sedih,nggak sempat memperingatkan lo sebelum lo mengikuti rintangan ini. Dia sedih banget & bertanya2,knapa dia malah jatuh pingsan disaat ada kesempatan buat ngasih tau lo soal petunjuk2 yang harus diperhatiin dalem rintangan ini.'
'Lho.. Tapi,bukannya ngasih tau soal petunjuk tentang rintangan ini kepada anggota yang belom pernah ikut tuh dilarang ama Master Géhu?' tanya Sam.
'Iya.. Tapi kalo bisa,katanya dia mau kasih tau Rhomedal scara diem2.. Gara2 kejadian ini,sebagai guru dia jadi merasa nggak berguna.' jawab Indra.
'Padahal kan nggak gitu..! Biar gimanapun dia tuh tetap guru gw!!' teriak Rhomedal.
'Entah,tuh..' kata Indra sembari melihat2 bagian bawah sms di handphonenya. 'Oh.. Tapi kata Fabian,dia udah ngusulin Aldi buat ngasih tau lo lewat message di facebook!'
'Oh iya!! Master Géhu nggak ngelarang kita buat berkomunikasi pake internet,kan?!' kata Sam girang.
'Iya..tadi kata Fabian,Aldi lagi nulis message-nya! Mungkin aja skarang message-nya udah nyampe di kedua ID facebook lo,Rhom!' seru Indra.
'YIPPIE~!!! MWAHAHAHAHAH..!! THANKS A LOT,FAB! KAMU BAIK!! MANA HAPE GW?!?' teriak Rhomedal histeris bagai orang sinting sambil mencari handphonenya dengan gaya selayaknya orang sakaw,ntah udah berapa kali dia tersandung kasur2 pas dia merangkak2 buat nyari handphonenya yang tersayank,teryayank,& termelayank itu. (hah??)
'..Rhom.. Yang kondomnya biru,kan? Tuh,di dalem lemari.' kata Sam sambil menunjuk sebuah lemari kayu yang penuh debu,cerminnya udah sedikit retak & salah satu knopnya bergetar nonstop.
'..Wah! Sam bilang KONDOM!!' teriak Rhomedal lagi,seakan 'adik'-nya itu telah mengucapkan sesuatu yang benar2 nggak senonoh. (padahal 'kondom' yang dimaksud Sam itu adalah silicone rubber case buat handphone)
'..Ih! Iya!! Sam barusan bilang KONDOM!!!' teriak Indra melebay-lebay kan dengan senyum geli.
'Sam! Adik-ku!! Sejak kapan lo brubah jadi kayak gini tanpa sepengetahuan kakak?!' teriak Rhomedal lagi.
'..sejak kakak merokok. Kakak mo liat pesan sensei di facebook ato kagak??' kata Sam sambil manyun & menunjuk ke lemari kayu itu lagi.

..namun sialnya,karena saking tingginya semangat 'sang kakak' untuk menemukan handphonenya itu,ketika ia membuka pintu lemari,lemari malang itu malah terayun ke depan & ambruk,nyaris menimpanya. Namun pintu lemarinya patah dengan suara derak mengerikan & tak tertolong lagi. Sementara handphone para anggota TM2 (kecuali punya Indra) yang ada di dalam lemari itu langsung 'mendarat' diatas kasur,jadi Sam nggak perlu marah2 kepada 'sang kakak' lantaran handphonenya (yang berwarna putih & berkondom putih) baik2 saja.

..namun sialnya lagi,ketika Rhomedal membuka browser di handphonenya,sinyalnya nggak mencukupi buat mengakses internet sehingga ber-error ria. Sinyal di handphone Indra aja tinggal sebatang.
'NOOOOOOOOOOOO~!!!!!!!!' teriak Rhomedal emosi sambil membanting2 handphone-nya ke kasur.
'Dasar..'
'..kakak..'
'..yang..'
'..aaaaneeeehh.'
'SHUDDUP YOU ALL..!!!' teriak Rhomedal lagi.

-to be continued to part 2-

0 comments:

Post a Comment

 
- sɔıɟuɐℲ (◖: ~ɹǝʌǝɹoℲ ɹǝʇsɐƜ ǝɥ⊥)ℲƜ⊥- © 2008. Template by BloggerBuster.