(This shortstory is actually posted by 12 June 2009 on TMF.)
★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜・。☆゜・。★
..sakit.Sakit sekali.Nafasku menderu karena menahan rasa sakit yang hebat di pergelangan tangan kiriku.Tapi.. Bukan di daerah dimana Rhomedal mencengkeram pergelangan tangan kiriku dengan erat.Saat ini.. Pandanganku kabur oleh airmata.Saat ini.. Ingatanku mulai kabur..Satu2nya hal yang dapat kuingat saat ini adalah,Rhomedal segera menarikku yang tak berdaya ini keatas kasur sesaat setelah ingatanku melompat ketika aku syok.Yang saat ini terlihat hanyalah Rhomedal yang saat ini berada diatasku,& menatapku lekat2.(PERHATIAN,PARA PEMBACA. JANGAN BERPIKIRAN YANG NGGAK2 DOLO. BACA DOLO SAMPE SELESAI,NGERES AJA OTAK LO,WKWKWK. :P)'Jangan,Rhom.. Aku takut..' kataku sambil gemetar ketika ia mencengkeram pergelangan tangan kananku,mungkin untuk mencegahku kabur..'Kamu ini bodoh ya,Sam?!' teriak Rhomedal,yang membuatku terkejut.'..tenanglah Sam,ini akan kuselesaikan dgn cepat. Kamu boleh percaya sama aku.''Rhom..''Aku akan memperlakukanmu dengan lembut.'WATDEZIGH.Tiba2 Darko menonjok kepala Rhomedal dari belakang.'BOJOGHELOKH DAH. Masa temen lo lagi sekarat,lo bukannya menghibur,malah 'menyerang'-nya dgn kata2 tak senonoh dari Tahiti?!'Lalu Rhomedal pun menjawab sembari mengelus bagian belakang kepalanya yang kena tonjok,atau entah mengelus2 bagian rambutnya yg rusak lantaran hairgelnya morat-marit abis ditonjok.'..dia ini bukan temen gw,tapi ADIK gw. Terserah donk mo gw apain juga,toh ntar gw yang tanggung-jawab..iya nggak?'Sialan,mentang2 aku ini 1 tahun lebih muda dari dia.'..whatever lah.' kata Darko sambil menghela nafas, 'Sam,kamu benar2 harus melalui ini.'Dan guncangan kengerian pun kembali menerpa hatiku. Mataku pun terasa asam & mulai berair lagi.'Kamu harus,Sam. Harus! Kalo nggak,lo bisa mati!' kata Rhomedal,yang sepertinya bermaksud untuk menguatkan mentalku meskipun wajahku telah bersimbah airmata.Aneh,padahal aku ini mentalist,tapi disaat ini,mentalku goyah.Konsentrasiku buyar.Pikiranku..kepalaku..pusing..
Aku,Samuel White,the White Mentalist.. Untuk pertama kalinya..tergeletak tak berdaya.
'..Den,mending lo pegang aja tangan kanannya Sam. Aje buset dah ntar gw di-'bogem' ama lo lagi.' kata 'kakak'-ku yang berambut orange itu kepada Darko sembari turun dari atas kasur.
Sekarang aku bisa melihat pemandangan disekitarku dengan jelas.. Rhomedal menggengam tangan kiriku dgn erat,& Darko ada di samping kananku,menggengam erat tangan kananku..
Perasaanku semakin seperti pasien tumbal yang mau disembléh (disembelih).. Aku jadi semakin takut & ngeri dengan kondisiku saat ini.
'Darko..'
'Maaf ya,Sam.. Seandainya tadi ada kami semua didekatmu,pasti kamu ngga bakalan kayak gini.'
'A..aku..'
'Kami tahu kamu pasti takut banget,tapi anggap aja ini terjadi sekali dalem seumur hidupmu. Anggap semua orang,termasuk gw sama Darko,pernah ngalamin ini juga..okay? Sekali dalam seumur hidup.' kata Rhomedal padaku dengan nada sugesti sambil menirukan gerakan tangannya Romy Rafael,yang mengakibatkan Darko melempar sebungkus permen jeruk kearahnya --mungkin sebagai tanda pujian-- ,yang malah dia makan. (hah???)
Betul,tapi 'sugesti nehinehi' itu sepertinya tak mempan terhadapku. Biar gimanapun,kalau dipikir secara logis ngga mungkin SEMUA ORANG yang ada di dunia ini pernah mengalami hal yang serupa denganku ini.. Yah,mau gimana lagi,Rhomedal Aquino kan bukan Romy Rafael. Titiek.
'..Den,tuh duo kebanggaan kita uda dateng!'
& benar saja,sesuai dgn perkataan Rhomedal barusan,Robert & Indra (duo RobIn) menuju kearah kami,masih dengan tatapan iba.
Yah,wajar saja..gimana nggak?? Keadaanku saat ini memang mengenaskan,sih..
'Kebetulan banget,sini donk bantuin kami!' kata Darko,yg kemudian disusul oleh suara Rhomedal.
'Pegangin kakinya Sam,ya.. Soalnya gw ngga yakin borgol itu bisa bertahan lama..Lepasin dulu borgolnya.'
Indra & Robert kelihatan kaget,begitu juga Darko. Hah..apa katanya barusan..? Borgol..? Kakiku diborgol??
Indra berkata duluan,'Rhom.. Ga salah nih,masa kakinya Sam elo borgol..???'
Lalu Darko pun melirik kearah kakiku yg (perasaan) terkulai lemas.
'Lho.. Rhome? Sejak kapan lo borgol kakinya??'
'Pas gw turun dari kasur tadi.. Kan gw Fast Hand~' kata Rhomedal sambil tersenyum tengil.
Lalu akupun berusaha mengangkat kepalaku,& terlihat borgol warna PINK berkilau mengikat pergelangan kedua kakiku.
Anjrit. Pantesan daritadi kakiku terasa sakit sakit gimana gitu.
'kakak'-ku yang satu ini emang usilnya minta ampun. Ampun deh..
'Maafkan ambulansnya ya,Sam.. Menurut prediksi gw,ambulansnya baru datang sekitar 45 menit lagi.' kata Indra.
'HAAH?!? GA SALAH LO? MASIH SELAMA ITU!??' teriak Rhomedal & Darko secara bersamaan.
Indra menghela nafas & mengangguk,mengakibatkan Rhomedal syok & berkata,'adik-kuuu...'
'Ngga ada waktu lagi. Kalau dibiarkan bisa gawat. Rhom,kami serahkan padamu.' kata Robert sembari menepuk bahu Rhomedal.
'Yes,Rhom. We're counting on you!' kata Indra,sok pake bahasa Inggris pulak.
deg deg..deg deg..
Inilah saatnya.
Aku harus pasrah melalui ini atau mati.
'..are you ready to rock?' kata Rhomedal,ngga jelas untuk siapa.
'yes.' kata semua orang yang ada disekelilingku. Aku hanya bisa menutup mata sambil menelan ludah.
Aku masih hidup. Aku akan melalui ini & masih hidup. Aku akan hidup untuk selamanya (hah???). Aku nggak akan mati. Aku nggak bakalan mati. Aku nggak mungkin mati. Bunuh aja aku kalo aku mati... pikirku berulang2,tak peduli sengaco apa pikiranku saat ini. Jiwa mentalist-ku saat ini sudah rusak. Rasa takut itu hebat,ya..?
'Are you ready to rock?!'
'Yes!!'
'ARE YOU READY TO ROCK?!?'
'ROCK PALA LO PEANG! PAKE ROK AJA LO SANA..!!!' teriak Darko sambil menimpuk2 Rhomedal dengan jeruk beneran.
'CEPETAN WOI!! LO TEGA NGELIAT ADIK LO MATI PELAN2 DIDEPAN MATA LO?!' teriak Indra to the point,menyadarkan 'kakak'-ku itu kalo mentalist juga manusia,punya kekebalan tubuh yg pada dasarnya sama seperti manusia biasa.
'Ah..oke,oke.. Maafin kakak ya,Sam.. Kakak akan segera mencopot ini semua & menyelamatkan nyawamu.' (sekardus penuh jeruk monthong di tangan Darko pun akhirnya diletakkan kembali ke lantai.)
WACHUAAKK. (apa nih maksudnya)
AAAAAAAAARRGGHHHH.
Sampai Darko membekap mulutku pun aku tak bisa berhenti berteriak.
Di sela2 ekor mataku yang basah,aku dapat melihat..
Di tangan Rhomedal,pecahan kaca yang berlumur darahku.. Dibuang ke sebuah piring besi seperti yang biasa dipakai dokter RS (ntah darimana 'kakak'-ku yang aneh itu bisa mendapatkannya).
'Yosh,tinggal 2 lagi.' kata Rhomedal sembari memandang liar ke pergelangan tangan kiriku yang bersimbah darah,terlihat 2 pecahan kaca lagi yang masih tertanam disitu..
Indra malah merepet baca teks proklamasi kemerdekaan karena ngga tau harus mengatakan apa disaat seperti ini,sampe2 Robert berkata,'Indra,lu ngapain??'
Pecahan kaca kedua,yang mulai ditarik keluar oleh Rhomedal,entah kenapa,membuatku tak merasakan apa2.
Sebagai gantinya,kepalaku terasa berat..
Pandangan mataku..berkunang2..& mulai kabur..
Akupun mulai susah menarik nafas..
Detak jantungku..semakin pelan..namun begitu terasa & berat,menekan dadaku..
..apa aku..akan mati..?
Namun tiba2..
'Oi,kalian lagi ngapain.. Sam kenapa?!'
Joe Sandy pun melonjak kaget setelah melihat diriku yang tak berdaya ini,dengan tangan kiri bersimbah darah.. Di belakangnya datanglah Abu Marlo,Aldi Sungkar,Richard Rain,& Angelina Zhi.
Lalu Rhomedal pun menyahut,'Gini loh,tadi kan Sam lagi jalan2 sekitar studio.. Terus ada kru yang bertugas masang kaca jendela di bagian atas..naik tangga. Nah,terus ada seorang kru yang sakaw. Masa itu kaca jendela dilempar ke Sam..?? Uda gitu mereka turut terjun bebas kearah huruhara itu..!'
'Pssht,Rhome! Perasaan bukan itu deh kejadian sesungguhnya! Jangan becanda mulu donk.. Makanya kalo makan gula jangan kebanyakan..!' potong Darko,'..yah,tadi ada angin kencang meniup kaca yang dipegang kru.. Terus mereka terhuyung & jatuh dari tangga..menubruk Sam.. Yaah.. Mereka juga mengalami luka berat,sama seperti Sam.. Tapi sepertinya punya Sam paling gawat.'
'Duh,koq ngga cepet2 bilang sama kami??' kata Joe.
'Habis.. Kami udah panik bener.. Ngga kepikir sampe situ..' kata Indra.
'..sampe Sam udah pucat gini..??' kata Angel.
'Kita ini kan bisa saling membantu!' kata Abu.
'Iya,sesama manusia harus saling bahu-membahu..!' kata Rain.
'Pasti ada yang bisa kami lakukan.' kata Aldi,'..liat,sampe tangan murid kesayangan gw harus bersimbah darah gini.. Nal,bukannya lo fobia darah..?'
'Fobia dari Hongkong.. Sejak kapan gw fobia ama darah??'
'Ah,iya.. Gw lupa~' kata Aldi sambil menepuk dahinya & tertawa. Rhomedal pun ketawa.
Lalu Joe pun memegang pergelangan tangan kananku & menempelkannya ke telinganya,mendengarkan detak jantungku yang (untungnya) masih ada.. Kelopak mataku sudah terlalu berat..nggak bisa melihat apapun lagi..bernafas pun udah kayak nggak bernafas lagi..
Lalu Joe pun meletakkan tangan kananku kembali & menatapku (meskipun aku nggak bisa melihatnya karena sekarang pandanganku nyaris gelap total),lalu berkata.. 'Sam,kamu bisa mendengarku?'
'ng...'
'Pada hitungan ketiga,kamu akan tertidur.'
Mendengar ini,Darko pun terkaget. 'Eh..lho..! Joe..kamu..??'
'1..2..3.'
Lalu Joe menjentikkan jarinya.
KLIK.
Kesadaranku pun hilang.
Akupun..tak merasakan apapun lagi.. Entah kenapa,rasanya nikmat..
Sekarang yang bisa kudengar hanyalah suara orang2 disekelilingku,yang sepertinya mulai (kelewat) histeris...
'S.. Sam..?'
'Sam!!'
'SAAAM..!!!'
'ADIKKU!!!!!'
..puh. Mo ketawa rasanya denger kata yang terakhir. Ternyata sampai aku mati rasa gini pun dia masih menganggapku 'adik'-nya..
'Saaaaaaam....'
'Tenang dulu,semuanya.' kata Joe,'Rhomedal,coba kamu genggam erat2 pergelangan tangan kirinya Sam untuk mencegah darahnya mengalir keluar...'
'Udah kuikat pun.'
Lantas Darko,Indra & Robert pun terkaget lagi.
Sebelum Darko bertanya,Rhomedal udah menjawab,'..sejak ARE YOU READY TO ROCK?!?'
'Ya sudah,sekarang...' Joe berkata lagi,'kamu cabut pelan2 kepingan kaca itu..semuanya. Sampai bersih. Sam tidak akan merasakan apapun,dia saat ini sedang tertidur lelap.'
Dan benar saja,meskipun aku tahu bahwa Rhomedal sedang mencabut keluar kepingan2 kaca dari pergelangan tanganku,aku tetap tidak merasakan apapun..malah terasa geli,bagai dikelitiki bulu burung dari dalam.
'Udah semuanya?'
'Udah.'
'Nah..' lalu Joe pun berdiri lagi.
'Sam ketakutan & kesakitan. Itulah yg membuatnya sepucat ini.'
'..Udah gitu kalian nggak kasih dia obat penahan sakit.' sambung Rain.
'Di kotak P3K ngga ada obat semacam itu.' kata Rhomedal.
'Racik,kek.'
'Atau kasih dia sugesti biar nggak sakit,kayak sekarang ini..' sambung Joe.
'..lho? Limbad mana?' sambung Rain lagi sembari bertanya.
'Lagi di Tegal..ada acara.' jawab Indra.
'Yaah.. Sayang banget.' kata Joe.
'Kenapa?'
'Kan dia bisa menghilangkan rasa sakit.'
GRUBYAKH.
Setidaknya itulah suara dalam seisi ruangan yang bisa kudengar saat ini.
1 hal lagi yang bisa kuingat,tiba2 ada bunyi sirene.. Sepertinya berasal dari luar...
..& suasana di sekeliling tiba2 menjadi gaduh.
'Itu dia ambulansnya..!'
Ayo,dimana para kru yang terluka tadi?'
'Di sebelah situ!'
'Yuk,let's go! Akan kucaci-maki supir ambulans-nya karena udah bikin adik-ku menunggu lama..!!'
..'kakak' yang aneh. Kan bisa aja ambulansnya emang lama gara2 jaraknya emang jauh atau macet..
'Kita pindahkan dia pelan2 ke tandu.. Rhomedal,kamu perban dulu pergelangan tangannya,lalu lepasin ikatan di tangannya..'
'Udah gw bikin secantik pita kado pun.'
(Aku nggak tau & nggak peduli soal gimana & secantik apa pita perban yang dia maksud itu,karena sampai saat ini aku sedang terhipnotis & terkulai lemas..jadi jangan tanya aku..tanya aja mereka.)
'Lho,Rhome..?'
'Sejak sirene ambulans.'
'Lu koq cepet banget sih daritadi.. Udah sigap sebelum disuruh.. Kayak peramal ato mentalist aja,gitu..'
'Iya donk.. Apa sih yang enggak kalo buat adikku tersayank ini???'
Seandainya aku sudah sadar,udah langsung kucari ember untuk nampung muntahku.
Lalu,badanku terasa terangkat.. & dalam sekejap semuanya udah berada di dalam ambulance.
'Angkat tangan kirinya. Jangan sampai tergeletak. Biar Darko aja yang memegang tangannya.' kata Joe,yang kedengarannya ada di samping kananku.
'..nggak disadarkan dari tidurnya?'
'Sebaiknya jangan. Biarkan sampai pihak RS menanganinya dulu. Begitu lebih baik.'
'err.. Joe,dia nggak apa2,kan..?'
'Adik-mu pasti selamat. Percaya deh,saat ini dia sedang tidur nyenyak.'
(Beeh,Joe ikut2an bilang 'Adik' pulak.)
Hangat..
Sekujur tubuhku rasanya hangat..
Padahal..aku ini mentalist..
Tapi..sebagai manusia,aku masih banyak kekurangan..
Banyak hal yang belum kupelajari..banyak hal yang tak kuketahui..
Termasuk.. Keinginanku untuk bisa menghipnotis orang,suatu saat nanti..
'Eh..lho? Sam berkeringat,ya..?'
'Mungkin,soalnya adik-ku ini udah mati2an menunggu ambulans ini sampe lama banget. Dasar kampret kejepret sampe mencret,hiish..!'
'Ssht..! Rhome,ntar kedengeran ama supirnya,lho..!'
'Eh..tunggu,suhu ruangan di studio tadi kan dingin..'
'Hah?'
'Dia nggak berkeringat..'
'Tapi yang basah di sekitar sini..tuh,di pipinya.. Di kedua pipinya..eh..lho??'
'Dia nggak berkeringat..ini airmata.'
'Iya..dia menangis.'
'..kok..?'
'...aku nggak ngerti lho,padahal detak jantungnya masih sama seperti tadi.. Nafasnya juga stabil..'
'Abu,coba kamu baca pikiran si Sam.'
'Akan kucoba..'
..nyaman.
Nyaman sekali.
Aku harus berusaha lebih baik lagi..
Supaya,suatu saat nanti..
..aku bisa membuat orang2 lain merasakan kenyamanan,seperti yang kurasakan saat ini.
'Eh,Rhom.. Lucu ya Sam nangis.. Rasanya adorable gimanaaa gitu..'
'Iya,kan? Eh,tapi..jangan sampe dia tau lo bilangin dia manis. Adik-ku ini paling nggak suka.'
'Oke~'
..saat ini..entah kenapa..
Rasanya..aku begitu bahagia...
'..puh.'
'Lho.. Abu? Kok malah ketawa..??'
'Oh,maaf.. Dia nggak apa2. Saat ini.. Dia sedang merasa bahagia.'
'Oh,gitu..'
'Nah..dengar kan,Rhom? Kubilang juga apa,adik-mu baik2 aja.'
'..iya..'
'Lho.. Rhome? Koq kamu nangis juga..??'
'Habisnya..gw terharu..'
'Eh..?'
'Sam pasti bahagia karena ada kita semua yang mewarnai kehidupannya..'
'..bener juga.'
'Iya,ya..'
'..dia pasti juga bahagia karena punya 'kakak' seperti gw~'
GUBRAGH.
..No comment ah.
★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★。・゜゜・。☆゜・。★
P.S. Jangan hiraukan 'pesan penutup' Sam di cerita ini,kasih comment sebanyak2nya ya all~ XP
Cerita ini hanya fiksi. Ga bener2 terjadi. Semua tokoh di cerita inipun ga bener2 punya karakter seaneh ini (??),wkwkwk.. :3
1 comments:
haha XD
Post a Comment